Sajak Pedagang Pasar

oleh -153 Dilihat
oleh

Puisi bukan melulu mabuk secawan anggur. Atau gebalau protes di awang-awang. Bukan pula golok dan kelewang. Jerit tangis penderitaan.

Apakah sulit bercerita tentang sayuran. Jamur-jamur dalam kemasan. Harap cemas para pedagang. Pasar adalah tambang harapan.

Musik pagi adalah celoteh riang. Meski setiap waktu berlalu bersama kecemasan. Daun-daun bayam, sawi dan ketela yang beranjak layu. Mereka bercanda tanpa ragu.

Kau bisa tulis semua kebutuhan pada selembar tanah yang bernama pasar.

Oleh: Agung Purwantara

Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc. (https://amp.antarafoto.com/bisnis/v1591687808/pasar-leuwipanjang-ditutup-sementara)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.