Pembinaan berbagai cabang olahraga di Kota Surabaya dibawah panji Organisasi Olahraga KONI Kota Surabaya terbilang sukses. Buktinya walau menggunakan dana hibah KONI Kota Surabaya tetap mampu berdiri tegak dan berhasil menjadi Juara Umum enam kali berturut-turut di ajang Porprov Jatim sejak 2007 hingga 2019.
Atas Keberhasilan KONI Kota Surabaya menjadi juara umum ini pula yang mendasari KONI Kota Medan memberikan pujian dan ingin belajar banyak dari KONI kota pahlawan ini.
“Kami salut pada KONI Kota Surabaya. Meskipun tanpa menggunakan dana hibah sejak 2013, tapi sukses mengukir prestasi dengan selalu tampil sebagai juara umum di ajang Porprov Jatim,” terang Ketua Umum KONI Kota Medan, Edy Sibarani dalam rapat melalui virtual dengan jajaran pengurus KONI Kota Surabaya, Senin (1/2/2021)

Karena itu, menurut Edy, KONI Kota Medan ingin belajar banyak dari KONI Kota Surabaya. Dan dikatakannya hal ini bukan tanpa alasan, sebab KONI Surabaya sudah menunjukkan prestasi gemilangnya selama 12 tahun belakangan dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.
“Setahu kami, hanya KONI Surabaya satu-satunya kabupaten/kota di Indonesia yang mandiri tidak menggunakan anggaran dana hibah dari APBD,” sambung Edy Sibarani yang juga didampingi jajaran pengurus KONI Kota Medan lainnya.
Menanggapi masalah ini, Ketua Umum KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah yang biasa di sapa Cak Dullah mengatakan bahwa meskipun tidak menggunakan dana hibah, tetapi untuk pembinaan 50 cabang olahraga (cabor) tetap berjalan. Dana untuk pembinaan tersebut tetap dianggarkan dalam APBD oleh Pemkot Surabaya melalui Dispora Kota Surabaya.
Di luar itu, KONI juga mendapat bantuan rutin berupa pembayaran rekening listrik, telepon dan 3 orang staff KONI Kota Surabaya.

Dengan demikian, semua anggaran untuk pembinaan atlet dan cabor langsung ditangani oleh Dispora. Tidak lagi ditangani KONI Kota Surabaya, seperti sebelum tahun 2013, ketika masih menggunakan dana hibah.
“Hanya saja, sejak tidak menggunakan dana hibah, untuk pengurus sudah tidak ada lagi anggarannya, seperti mendapatkan uang kehormatan per bulan dan lain-lain,” terang Hoslih Abdullah yang dalam rapat virtual didampingi Waketum II Budi Hariyono, Kabid Binpres Biasworo Adi, Kabid Organisasi Sugiyo, serta Kabid Humas dan Media Dwi Arifin.
Bahkan, menurut Hoslih, dalam beberapa kegiatan yang diadakan KONI Kota Surabaya, para pengurus secara sukarela merogoh kocek pribadi untuk berpartisipasi disamping tetap berupaya melakukan kerjasama dengan pihak ketiga.
“Seperti akhir tahun 2020 kemarin. Kita menggelar acara Malam Anugerah Olahraga(MAO) untuk atlet, pelatih dan pembina olahraga terbaik tahun 2020 dan kegiatan lainnya. Anggaran tersebut berasal dari partisipasi pengurus KONI, pengurus cabor dan sponsorship dari pihak ketiga,” ungkap Cak Dullah itu.
Upaya KONI Kota Surabaya lainnya adalah akan mencarikan perusahaan BUMD yang mau menjadi bapak asuh atau pembina olahraga
“Memang pada awalnya kita merasa berat ketika tanpa dana hibah. Namun dengan komunikasi yang baik dengan para pengurus cabor, Pemerintah Kota Surabaya khususnya Dispora, semua bisa bersinergi akhirnya pembinaan olahraga prestasi berjalan, walau tidak seperti yang lalu,” pungkasnya. badar











