Olahraga Panjat Tebing mendapat respon yang baik dari para Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama saat mengikuti Sosialisasi dan Coaching Clinic Virtual di KONI Kota Surabaya, Senin, 29 Maret 2021 lalu.
“Kita melihat para Audiens sangat antusias dan kebanyakan mereka mempertanyakan seputar keselamatan anak didiknya,” terang M. Efendi Ketua Pengkot FPTI Surabaya ini usai memaparkan materinya.
Apa yang menjadi kekhawatiran para Guru dan orang tua cukup beralasan sebab olahraga Panjat Tebing memiliki resiko sangat tinggi. Namun Efendi menyarankan kepada Guru atau orang untuk tidak terlalu kuatir akan keselamatan anak-anaknya apabila mengikuti olahraga Panjat Tebing tersebut.
“Olahraga ini kan sudah teruji kelayakannya dan telah diakui dunia internasional. Ini bisa kita lihat dan dibuktikan dengan dipertandingkannya di kejuaraan sekelas Olympiade, Asian Games dan PON. Sehingga tak perlu dikhawatir dan dipastikan aman,”ujar Bapak 2 anak ini.

Dengan adanya Sosialisasi dan Coaching Clinic yang dicanangkan KONI Surabaya bersama DIKNAS Kota Surabaya, FPTI Surabaya berkeinginan agar dapat memasyarakatkan olahraga Panjat Tebing khususnya dikalangan Pelajar baik SD maupun tingkat SMP.
Dan nantinya akan muncul atlet- atlet baru dari kalangan pelajar sehingga regenerasi pembibitan atlet pada usia pelajar dapat berjalan dengan baik.
”Harapan saya banyak sekalah berminat sehingga regenerasinya tidak terhenti, Pelajar adalah usia produktif, dan dapat dengan mudah mencetak prestasi, “anjutnya.
Lebih lanjut Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan KONI Kota Surabaya yang telah berkolaborasi untuk membangun dan berupaya memasyarakatkan olahraga dilingkungan Pendidikan.

“Kami berharap Kegiatan ini tidak terhenti sampai disini saja, namun ada tindakan kelanjutan yang lebih efektif,” imbuhnya
“Saya harap usai Couching Clinick ini Diknas dan KONI bisa mengundang sekolah-sekolah untuk datang ke tempat Latihan kami, kami siap mempresentasikan, kami juga berharap kedepan Panjat Tebing menjadi Agenda kegiatan rutin di Sekolah-sekolah.”pungkasnya. dar









