Barongan adalah figur salah satu jenis topeng dalam mitologi Bali dan Jawa, penampilannya digambarkan dalam berbagai bentuk samaran seperti binatang, dan yang terpopuler serta dipuja dari semuanya adalah figur makhluk berkaki empat atau berkaki dua dengan kepala singa.
Figur barongan mulai dikenal di Bali dan di bagian timur Jawa pada saat sebagian besar populasi di pulau-pulau ini masih menganut keyakinan animisme. Kepala singa menjadi pilihan bentuk utama barongan, karena diyakini singa sebagai raja hutan.
Karakternya sebagai penguasa dan penjaga, barongan yang mayoritas secara bentuk mengadopsi kepala singa diposisikan sebagai simbol tokoh utama dalam pertunjukan tersebut.
Ada hal yang menarik ketika menjumpai pertunjukan barongan di bagian timur Jawa, tampak jelas manifestasi kepala singa cenderung mengarah ke bentuk kepala harimau. Daya imajinasi ini muncul kemungkinan bisa terjadi dikarenakan pengetahuan masyarakat lokal hewan penguasa hutan di Jawa adalah harimau.
Keanekaragaman jenis barongan di Jawa berkembang sesuai kultur kedaerahan, seperti di Ponorogo dengan khas Reognya yang mempunyai ciri khusus barongan berkepala singa dengan bagian atasnya terdapat burung merak atau dikenal istilah dadak merak. Akan beda lagi ketika menjumpai di Tulungagung bentuk barongan yang cenderung adaptasi dari kepala naga dengan bagian atas kepalanya atau irah-irahan seperti mahkota, sangatlah sesuai perannya dalam cerita sebagai tokoh utama yang berkomunikasi gerak dengan jaranan Sentherewe.
Penulis : Buntas Pradoto | Editor: Agung Purwantara









