Gubernur Belum Tetapkan 20 Kepala OPD Pemprov Jatim, Kenapa?

oleh -51 Dilihat
oleh
Mayjen TNI (Pur) Istu Hari Subagyo, Ketua Komisi A, DPRD Jatim.

Adakabar.com. Surabaya- Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio, Ketua Komisi A, DPRD Jatim mengakui, tahapan penunjukan kepala OPD definitif sudah dilaksanakan.

Panitia seleksi (Pansel) telah melakukan fit and proper tes. Hanya saja, SKep gubernur hingga saat ini belum turun.

“Pansel sudah selesai, semua sudah selesai. Tinggal mengeluarkan SKep, ini ditunggu-tunggu atau barang kali ada yang ditunggu,” ujar Istu, seolah bertanya. Selasa (27/7/2021)

Istu mengaku dalam rapat Banmus hari ini, pimpinan rapat sudah berjanji, pimpinan dewan akan meminta eksekutif segera membuat SKep.

Politisi asal Partai Golkar menyatakan, dewan akan sering menggelar rapat Banmus untuk mengawal penetapan kepala OPD definitif. Dengan begitu, dewan bisa mengawasi perkembangan sistemnya.

“Pimpinan menyatakan kesempatan (rapat Banmus) pertama dikomunikasikan saran-saran tadi. Tentunya dengan segera mengadakan Banmus lagi. Kalau tidak Banmus lagi, rentetan sistem tidak jalan,” terangnya

Istu menegaskan, pengawalan proses penetapan kepala OPD definitif ini bertujuan untuk kebaikan bersama. Mengingat legislatif mempunyai hak untuk mengoreksi dan memberi solusi.

“Endingnya untuk kebaikan kita semua. Kita kan bukan kontra atau pro. Yang penting memberi koreksi dan memberi solusi,” tegasnya.

Hal senada juga di ungkapkan Hadi Dediansyah, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim. Menurutnya, rapat Banmus membahas persoalan beberapa dinas yang masih dipimpin oleh Plt. Maka, dewan mendorong agar eksekutif segera mendefinitifkan kepala OPD yang masih Plt.

Dediansyah menerangkan, selain masalah Plt, Banmus juga membahas soal penyerapan anggaran. Mengingat sampai saat ini eksekutif belum maksimal. Dimana menjelang Bulan Agustus, penyerapan anggaran masih 30 persen.

“Maka eksekutif harus betul-betul memperhatikan. Karena hampir memasuki pembahasan P-APBD. Kalau eksekutif tidak koordinasi dengan DPRD akan mengalami kendala besar,” Hadi kawatir.

Politisi asal Partai Gerindra itu menyampaikan, Jatim sudah mendapatkan rapor merah dalam persoalan kinerja. Untuk itu, dalam menyelesaikan persoalan ini, pimpinan dewan akan memanggil eksekutif.

“Dalam rapat pimpinan lusa, eksekutif harus segera mendatangi undangan pimpinan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sebanyak 20 kepala Dinas di lingkungan Provinsi Jatim kosong. Dewan Jatim pun tagih janji Gubernur Khofifah, menunjuk kadis definitif. Mengingat kekosongan pimpinan sudah berlangsung sejak tahun 2019 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.