Gegara Pandemi, Klenteng Pak Kik Bio Kehilangan Beberapa Ritual

oleh -108 Dilihat
oleh
Nanang Wijanto Limantoro (kiri) berbincang dengan kru adakabar.com diteras Klenteng Pak Kik Bio, Jagalan. surabaya.

Surabaya- Salah satu ritual yang biasa dilakukan umat Klenteng Pak Kik Bio, di Jl. Jagalan, Surabaya adalah arak-arakan menyeberangi 9 jembatan di malam menjelang Tahun Baru Imlek.

Tradisi ini menurut Nanang Wirjanto Limantoro, Ketua Makin Klenteng Pak Kik Bio, secara filosofi sebagai simbol meninggalkan segala keburukan untuk menuju harapan lebih baik di tahun baru.

“Kami, dalam hal ini pihak klenteng tidak mengkordinir, tapi kalau umat mau melakukan secara perorangan, atau keluarga ya silahkan saja,” terang Pak Nanang, panggilan akrabnya.

Masih nenurut Nanang ada beberapa tradisi yang masuk dalam rangakai perayaan tahun baru Imlek, mulai menyeberangi 9 jembatan, makan bersama, pesta dengan menampilkan budaya China macam barongsai hingga pesta cap gomeh.

“Tapi yang terpenting adalah ibadah, berdoa, itu intinya,” tegas Nanang
Ritual doa ini juga mengalami banyak perbedaan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Banyak umat memilih berdoa di rumah tidak di klenteng. Jam buka klenteng juga dibatasi, jadi sekarang ini sepi, tidak semarak,” tambah Nanang sambil memandang ruang doa Klenteng Pak Kik Bio.

Nanang mengaku, lebih menganjurkan agar umat menghindari kerumunan dan patuh pada anjuran pemerintah.

“Saya saja sudah kehilangan 2 keluarga akibat covid ini, jadi ndak papa ibadah di rumah saja,” pesanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.