Adakabar.com. Surabaya – Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Kepala Daerah Jatim 2021, Aries Agung Paewai menjelaskan, sesuai ketentuan Kemendagri pengambilan sumpah dan pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2020, dilakukan serentak seluruh Indonesia, Jumat (26/2).
Ia menambahkan karena Jatim paling banyak peserta lantiknya, maka prosesi akan dibagi menjadi tiga sesi. Untuk sesi pertama pukul 09.00 – 12.00 diikuti Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Banyuwangi.
Kemudian sesi kedua pukul 13.00 – 15.00 diikuti Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Mojokerto.Sedangkan untuk sesi ketiga pukul 16.00-18.00 diikuti oleh Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan dan Kota Surabaya.

“Tiga sesi ini dilakukan karena di Grahadi tidak memungkinkan dilakukan dalam satu tahap. Karena kita harus memperhatikan protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19,” katanya.
Menurut Aries prosesi penghormatan kepala daerah beserta wakilnya mulai dari pintu gerbang hingga pintu masuk ruang pelantikan. Menurutnya prosesi pelantikan setiap sesi hanya dikuti 50 orang.
“Yakni Kepala daerah beserta istri dan Wakil Kepala daerah beserta istri ditambah keluarga masing-masing satu orang. Artinya tiap daerah masing-masing totalnya 6 orang. Untuk Provinsi yang hadir adalah Gubernur, Wakil Gubernur dan istri, Ketua DPRD, Sekda dan istri. Forkopimda tidak kita undang, tapi mengikuti secara virtual. Demikian juga Forkopimda di masing-masing kabupaten/kota mengikuti secara virtual di pendopo. Kalau organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti secara virtual di kantor masing-masing,” terangnya.
Lebih lanjut Aries mengatakan Gubernur melarang tiap kepala daerah untuk membawa massa. Sedang setiap yang mengikuti prosesi pelantikan di Gedung Negara Grahadi wajib menunjukkan surat keterangan negatif hasil swab PCR yang masih berlaku. “Kalau tidak ada maka sudah kita siapkan untuk swab PCR. Bagaimana jika ada kepala atau wakil kepala daerah yang tiba-tiba positif, maka tetap boleh mengikuti pelantikan secara virtual dimanapun kepala daerah itu berada atau tempat yang sudah disiapkan,” katanya.
Aries menambahkan untuk seluruh kepala daerah, istri dan keluarganya disarankan untuk ada dalam satu hotel yang sama. Tujuannya agar pengawasan oleh protokol kesehatan lebih mudah. “Kami juga menyiapkan bus untuk kepala daerah beserta keluarganya untuk menuju Grahadi mengikuti pelantikan. Tentunya sopir bus tersebut sudah dalam kondisi yang sudah diswab,” pungkasnya.









