Adakabar.com Beberapa waktu lalu sebuah foto yang diduga meteor, jatuh di kawah gunung Merapi viral di media sosial. Muncul tanggapan dari para ahli. Juga spekulasi muncul dari kalangan awam ihwal kebenaran foto tersebut, merupakan batu meteor yang jatuh dan meninggalkan jejak cahaya.
Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Anatriksa Nasional (LAPAN) berpendapat, bahwa foto viral tersebut memang meteor jatuh. Karena memang sedang terjadi hujan meteor.
Begitulah, foto viral tersebut diunggah oleh akun Instagram @Gunarto_Song dan telah direpost oleh banyak akun termasuk @yogyakartacity.

Diketahui untuk mendapatkan potret tersebut, @Gunarto_Song tengah melakukan pemotretan ‘long exposure’ Gunung Merapi dan tiba-tiba muncul cahaya berkelebat berwarna kehijauan yang menjulang vertikal ke langit, Kamis (27/5/2021).
Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan Sains dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang Hasanuddin dalam laman edukasi sains Lapan mengatakan, dugaan saat ini bisa jadi fenomena kilatan cahaya di puncak Gunung Merapi, Yogyakarta tersebut memanglah berasal dari aktivitas hujan meteor.
Sebenarnya fenomena meteor yang jatuh ke dalam atmosfir bumi adalah hal yang biasa. Apalagi di kalangan masyarakat Jawa. Karena Nusantara umumnya atau Jawa khususnya mempunyai budaya mencipta keris. Senjata khas Jawa itu selain berbahan besi dari bumi juga menggunakan logam yang berasal dari batu meteorit.

Seiring viralnya berita meteor jatuh di Merapi itu memicu munculnya spekualsi dari kalangan tertentu. Terutama dari kalangan pemburu meteorit, penemu dan bursa meteorit tersebut.
Sehubungan hal tersebut, bulan lalu adakabar.com juga pernah memberitakan penemuan batu meteorit oleh seorang yang bernama Yoga Iswara.
Yoga mengaku menemukan batu unik yang diduganya sebagai meteorit. Bahkan ketika dikorek lebih lanjut, pemuda gondrong itu ternyata mempunyai beberapa koleksi batu yang diduga meteorit. Batu-batu miliknya, ditemukan di beberapa tempat berbeda. Di antaranya gunung Penanggungan dan gunung Semeru.
“Pada saat saya dalam perjalanan meliput berita situs kuno untuk sebuah stasiun teve lokal, di gunung Penanggungan dan Semeru, saya melihat batu yang menarik. Karena batu itu tampak aneh maka saya memungutnya. Setelah saya pelajari dari berbagai sumber literatur. Saya menduga besar kemungkinan batu-batu ini meteorit,” jelas Yoga yang tinggal di Sidoarjo ini, Selasa, 1/6/2021.
Pada sebuah kesempatan dia menunjukkan batu-batu meteorit kepada adakabar.com. Menurutnya batu ini tergolong unik.
“Bagi saya, batu-batu ini merupakan penanda spiritual. Karena spontanitas perolehannya di daerah sakral dan ada daya yang nyambung dengan batin saya,” tutur Yoga yang juga gemar melakukan perjalanan di situs-situs kuno.
Ketika di tilik, satu batu berwarna hitam. Meski kecil namun terasa berat. Satunya lagi Mengandung kristal berwarna hijau.
Berikut foto-foto batu meteorit yang dikoleksi oleh Yoga Iswara;










