Unusa Melantik 44 Perawat, Siap mengabdi Ditengah Pandemi.

oleh -26 Dilihat
oleh
Fida Fitriyanah, lulusan terbaik, (paling kiri) sedang menerima tanda kelulusan dari Tektor Unusa, Prof. DR. Ir. Achmad Jazidie, M. Eng.

Adakabar.com. Surabaya-Senat Akademik Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah lulusan perawat tahun 2021 yang diikuti 44 orang, Sabtu (17/4/2021).

Ketua DPW PPNI Jatim, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) menjelaskan, tantangan perawat kedepannya harus meningkatkan kualitas dan kompetensi untuk menangani infeksi. Selain daya saing di era global.

“Tantangan kedepan, pangsa kerja terbesar bidang keperawatan ada di luar negeri. Saya rasa Unusa satu satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang bisa bersaing di Asia, Timur Tengah, dan beberapa negara lainnya. Apalagi dari 55 Prodi Profesi Ners di Jawa Timur, hanya Unusa Perguruan Tinggi Swasta yang sudah terakreditasi A,” jelasnya.

Nursalam menambahkan, potensi perawat yang bekerja di luar negeri cukup terbuka. Di beberapa negara masih membutuhkan banyak perawat.

“Para lulusan profesi ners, selalu kami dorong untuk bisa bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Masih menurut Nursalam, di Jawa Timur jumlah perawat sekitar 33 ribu.

“Potensi ini sekitar 50 persen, peluang bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Nursalam berharap, Unusa bisa memanfaatkan momentum.tersebut.

“Kebanyak para perawat yang bekerja di luar negeri dan sudah merasa mahir di bidang keperawatan, kerap kali tidak betah dan ingin kembali pulang ke Indonesia. Padahal ilmu dan pengalaman bekerja di luar negeri sangat dibutuhkan,” jelasnya di Auditorium Unusa Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya.

Sementara itu, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng menjelaskan, Unusa sudah mempersiapkan lulusan perawat yang siap bekerja di luar negeri, khususnya Jepang. Melalui Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS).

“LPKS Unusa telah kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), tujuannya mempersiapkan lulusan perawat agar bisa dan mampu bekerja di luar negeri,” ungkap Jazidie.

Jazidie menjelaskan, tidak hanya keterampilan dalam bidang keperawatan, LPKS Unusa juga mengajarkan bahasa Jepang sampai level 4.

“Kami mempersiapkan para calon perawat yang akan bekerja di luar negeri. Perawat di Jepang sangat dibutuhkan, karena orang-orang di Jepang sering menitipkan orang tua di tempat penitipan atau panti asuhan. Hal itu menjadi peluang bagi lulusan perawat di Indonesia,” ungkap Jazidie.

Fida Fitriyanah, lukusan terbaik, mengaku akan terus belajar.

“Dengan ini saya bisa mengembangkan potensi pada diri saya untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi lebih baik lagi,” jelasnya.

“Kami yang baru dilantik ini siap mengabdikan diri kepada masyarakat di tengah pandemicovid 19 yang belum berakhir.” Pungkasnya (mosair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.