Adakabar.com. Surabaya – Perhelatan wisuda Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ke-19 di Dyandra Convention Hall, terbilang istimewa. Sebanyak 50 persen lebih, tepatnya 60,36% diwisuda tepat waktu, sebanyak 7,64% dinyatakan lulus lebih cepat dengan waktu kuliah 3,5 tahun. Jumlah total wisudawan kali ini sebanyak 275 orang.
Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Rektor Unusa menyebutkan, jumlah ini lebih sedikit dari periode wisuda pada September 2024 lalu.
Karena kali ini mereka yang diwisuda adalah mahasiswa yang seharusnya menjalani wisuda pada semester genap lalu, atau mereka yang memang diwisuda lebih cepat dari waktu tempuh seharusnya 4 tahun atau 8 semester.

Achmad Jazidie bersyukur tiap kali pelaksanaan wisuda selalu ada saja yang perlu disampaikan ke publik tentang prestasi yang telah diraih oleh Unusa.
“Pada wisuda kali ini kami ingin sampaikan ke publik, khususnya kepada orang tua wali, bahwa kini Unusa telah memiliki tiga kampus utama di Surabaya, yakni Kampus C yang letaknya di Jl. Tenggilis Utara N0 14, Surabaya. Kampus ini adalah kampus digital, baik untuk fasilitas pembelajaran maupun infrastruktur penunjang perkuliahan,” ungkapnya.
Rektor berharap, fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki Unusa dapat meningkatkan kualitas lulusan dan memberi kenyamanan dalam proses perkuliahan.
Pada wisuda kali ini, program studi yang berhasil mencatatkan lulusan terbanyak dalam waktu lebih cepat 3,5 tahun, adalah Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebanyak 16 wisudawan.
“Selamat kepada wisudawan yang telah menempuh waktu kuliah lebih cepat, dan yang juga membanggakan kami, mereka sudah diterima bekerja,” ujar Jazidie.

Sementara itu, Muslikha Nourma Rhomadhoni., S.KM., M.Kes, Ketua Prodi D4 K3 menjelaskan, bahwa apa yang dicatatakan oleh Prodinya dalam menyiapkan lulusan yang lebih cepat dari waktu yang ditetapkan selama 8 semester, adalah berkah dari pelaksanaan program Kampus Merdeka Belajar, dimana mahasiswa diberikan kesempatan magang di indsutri sekaligus digunakan untuk mengambil data dalam penyusunan tugas akhir.
“Melalui pola itu kami mendorong bagi mahasiswa yang memang mampu untuk memprogram bisa lulus lebih cepat. Tentu Kerjasama dengan dosen wali serta dosen pembimbing tugas akhir kami lakukan intens agar target tersebut tercapai,” ujarnya.
Nourma menambahkan, program ini dinilai cukup berhasil, karena lebih dari 50% mahasiswanya dapat lulus lebih cepat, sekaligus ada beberapa mahasiswa yang sebelum diwisuda sudah diterima bekerja, hanya berbekal surat keterangan lulus dan nilai pada kartu hasil studi (KHS). (Mosair)











