Pengelola Bale Hinggil Menduga Ada Sindikat Mafia Rusun Resahkan Penghuni Apartamen

oleh -97 Dilihat
oleh

Adakabar.com. Surabaya – Dugaan adanya sindikat mafia rusun (rumah susun) melancarkan aksinya di Apartemen Bale Hinggil Surabaya, sehingga membuat gaduh dan resah penghuni dan pengelola.

Tak hanya membuat kegaduhan dan keresahan di apartemen tersebut, mereka juga merusak sejumlah fasilitas apartemen, diantaranya membuka paksa token atau meteran PDAM. Kasus ini dilaporkan oleh pihak pengelola ke Mapolda Jawa Timur.

Pengelola menyimpan rekaman video perusakan meteran atau token PDAM, yang dijadikan barang bukti saat melapor salah satu warganya ke Mapolda Jawa Timur.

Pengelola dan kuasa hukum Apartemen Bale Hinggil mengungkapkan kepada awak media ada dugaan mafia rusun di apartemennya.

Tak hanya merusak meteran PDAM, sejumlah fasilitas apartemen yang berada di kawasan MERR, Jalan Insinyur Soekarno, Surabaya ini, juga dirusak oknum penghuni Bale Hinggil berinisial H-S.

Pengellola mensinyalir, penghuni tersebut merupakan salah satu sindikat mafia rumah susun (Rusun).

Selama ini, pengelola memang mensinyalir sindikat mafia terdiri dari sejumlah oknum penghuni apartemen tersebut.

Penghuni Apartemen Bale Hinggil yang resah ikut bertemu awak media

Hal ini terindikasi dari adanya sejumlah pengrusakan fasilitas dan penyebaran kabar bohong (hoax), Pungli dan intimidasi kepada warga apartemen.

Sehingga tindakan ini menciptakan lingkungan di apartemen yang gaduh dan membuat penghuninya tidak nyaman.

Renald Christoper, Kuasa Hukum pengelola apartemen Bale Hinggil menyebutkan, modus yang dilakukan oleh sindikat mafia rumah susun ini diantaranya dengan membeli satu unit di apartemen tersebut.

Salah satu ruangan di Apartemen Bale Hinggil

“Jadi modus sindikat mafia rusun ini dengan membeli satu unit di apartemen ini, lalu mereka membuat kegaduhan dengan tindakan-tindakannya, seperti menyebarkan hoax, melakukan pungutan liar dan bahkah intimidasi warga yang tidak sejalan dengan keinginan mereka,” ungkap Renald Christoper kepada awak media.

“Dengan tindakan-tindakannya itu, mereka membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan di lingkungan apartamen. Rargetnya, tentu mereka ingin menguasai atau mengambil alih secara paksa pengelolahan aprtemen, seperti yang pernah terjadi pada apartemen-apartemen sebelumnya di Surabaya,” imbuh Renald.

Renald menerangkan, mereka yang disinyalir sebagai bagian dari sindikat mafia rusun ini memang kerap membuat kegaduhan, sehingga para penghuni merasa berisik dan tidak nyamanya. Termasuk merusak fasilitas.

Apartemen Bale Hinggil di kawasan MERR, Jl. Ir. Soekarno, Surabaya

“Perusakan pada fasilitas inilah yang kami laporkan ke Mapolda Jawa Timur. Ada satu penghuni di apartemen yang kami laporkan karena perusakan fasilitas tersebut.
Inisialnya HS. Dia kami duga sebagai salah satu sindikat mafia rumah susun,” terang Renald, didampingi tim hukum dan manajemen pengelola Bale Hinggil.

Sementara itu, dari tindakan-tindakan sindikat mafia Rusun ini dirasakan langsung oleh penghuni apartemen, mulai dari tekanan dan intimidasi, mengeluarkan dari grup WA Bale Hinggil.

Sehingga warga tidak nyaman. Hal ini diakui Anastasya, salah seorang penghuni Bale Hinggil, yang ikut menemui awak media di salah satu ruang lantai 1C.

“Saya itu sebenarnya netral, tidak berpihal ke pengelola apartemen maupun tidak bergabung Bale Hinggil Community (BHC), paguyupan penghuni apartemen ini. Karena saya tetap membayar restebusi dan iuran lainnya, saya sempat ditekan. Bahkan, saya dikeluarkan dari grup WA penghuni Bale Hinggil,” ungkap Anastasya.

“Sungguh saya heran, saya ini dinilai sebagai pengekhianat oleh mereka, karena itu saya dikeluarkan dari grup (WA). Padahal, pada intinya kami semua ini ingin merasakan ketenangan dan kenyamanan tinggal di sini (Bale Hinggil). Tidak dibikin pusing dengan hal semacam ini,” imbuhnya.

Pihak pengelola Bale Hinggil berharap sindikat mafia rumah susun ini ditindak tegas oleh penegak hukum, karena tindakan mereka dinilai sudah membuat gaduh dan meresahkan penghuni maupun pengelolah apartemen. (Mosair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.