Adakabar.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur membantah jika tenaga kesehatan yang ada di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) belum terima honor sejak Januari 2021.
Ada 3.213 perawat Ponkesdes yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota telah menerima honor senilai 1.550.000,- rupiah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Jatim, dr Herlin Ferliana, M.Kes saat dikonfirmasi, Rabu (19/5/2021).
Seluruh perawat di Ponkesdes telah menerima honor dan dipastikan tuntas meski dirapel empat kali mulai bulan Januari hingga April.
“Baru kemarin terbayar hari raya kurang 2 hari itu clear semua. Memang mulai bulan Januari, Februari, Maret dan April baru terbayar kemarin. InsyaAllah sudah terbayar semua sekarang,” tandas dr. Herlin
Kenapa tidak setiap bulan sekali diberikan? Menurut Herlin, ada beberapa kendala antara lain adanya perubahan anggaran di Pemprilov, lantaran refocusing.
“Nah, ini kan kemarin ada beberapa kali perubahan anggaran ditarik untuk pandemi. Sehingga akhirnya, dari dana itu sebenarnya sudah direncanakan berubah lagi,” ulasnya.
Herlin mengaku, memang Ponkesdes sejak 10 tahun yang lalu pembayaran perawat lancar sebelum adanya refocusing.
“Dulu itu lancar sebelum adanya refocusing seperti ini, sejak Desember sudah kita buat perencanaan. Lalu dimasukkan dalam dana bantuan keuangan. Jadi dikirim ke Kabupaten dan Kabupaten yang bayar. Jadi uang itu diturunkan ke Kabupaten, dan Kabupaten yang bayar,” jelas Herling berulang.
Ditanya ada berapa sumber anggaran untuk perawat di Ponkesdes? Herlin menjawab, sumber anggaran ada dua, yakni dari Pemkab/Pemkot dan Provinsi.
“Jadi, di Provinsi perawat terima Rp1,6 juta dan di Kabupaten diharapkan bisa membackup ada yang menambahi Rp1 juta, macam-macam ya, minimal 30 persen dari Provinsi,” paparnya.
Dengan demikian, Herlin mengklaim bahwa honor untuk perawat di Ponkesdes sudah clear dalam empat bulan terakhir.
“Nanti sisanya akan ditata lagi. Memang ini kan berubah-rubah terus karena zamannya agak sulit. Kami sudah matur ke Pak Sekda (Plh Sekdaprov Jatim, Heru Thahjono, red) agar dirapikan lagi,” pungkasnya.









