Adakabar.com Ketua Umum Pemuda Pusura Hoslih Abdullah prihatin dan mengutuk peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan pintu Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).
Menurutnya, peristiwa ini merupakan perbuatan teror yang dari segi etis dan ajaran agama apapun tidak dapat dibenarkan. Selain itu Peristiwa ini juga sangat mengganggu dimana saat-saat negeri ini sedang bekerja keras dan bahu membahu mengatasi wabah pandemi covid 19.
“Saat ini kita tengah berupaya bersama-sama memberantas Pandemi Covid 19 dan tiba-tiba kita dikejutkan dengan peristiwa seperti ini. Dan kita melakukan pernyataan sikap menolak aksi teroris dan radikalisme di Surabaya,” tegas Hoslih Abdullah.
Menyikapi ledakan bom bunuh diri di Makasar. Pria yang akrab disapa Cak Dullah ini menyatakan bahwa, Pemuda Pusura bersama 47 elemen sepakat untuk bersama-sama menjaga Kota Pahlawan dari aksi-aksi teror dan lainnya yang punya potensi merusak kota pahlawan
“Saya mengajak dan menghimbau kepada seluruh elemen dan rekan-rekan yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Akbar, agar turut waspada dan menjaga kondusifitas Kota Surabaya,” terangnya.
Cak Dullah juga mengatakan bahwa secepatnya akan melakukan koordinasi baik secara langsung atau melalui WA group Forum Silaturrahmi Akbar Arek-Arek Surabaya Dengan himbauan secara menyeluruh untuk meningkatkan kewaspadaan hingga tingkat bawah di kampung atau Rukun Tetangga (RT).
“Sesuai dengan apa yang sudah dicanangkan oleh Kapolrestabes Kota Surabaya, bahwa kita jaga Kota Surabaya bersama-sama. Menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi rasa toleransi. In Syaa Allah segalanya dapat teratasi dan mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya,” pungkasnya. (badar)









