Munas Kadin VIII Batal Digelar di Bali, Pelaku Wisata di Pulau Dewata Kecewa

oleh -114 Dilihat
oleh
Salah satu destinasi wisata di Bali nampak lengang.

Adakabar.com. Bali-Sejak ditetapkanya Pandemi Covid-19 selama 15 bulan terakhir. Perekenomian Bali terpuruk jatuh hingga minus 9,85%. Sebelum pademi, ekonomi Bali tumbuh 5,94%, dan penyumbang 40% devisa pariwisata nasional.

Gubenur Bali, I Wayan Koster, beserta jajaranya sudah memerangi pandemi dengan tersistem, disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes), dan pelaksanaan vaksinasi secara efektif.

“Pandemi Covid-19 membuat Bali tidak berdaya. Kehidupan ekonomi turun drastis. Kami berusaha mengatasi sebisa mungkin. Semua usaha kami lakukan, dan semua unsur baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat berkerjasama agar Bali kembali dikunjungi orang,” kata I Wayan Koster.

Sementara Putu Astawa, Kadis Parawisata Bali, menjamin bahwa semua fasilitas parawisata di Bali dari mulai hotel, restauran, tempat wisata dan transportasi beroperasi dengan Prokes Covid-19. Semua fasilitas itu punya sertifikat CHSE (Cleanliness-Kebersihan, Health-Kesehatan, Safety -Keamanan, dan Environment Sustainability -Ramah Lingkungan)

Karenanya, Putu Astawa, mengaku sedih, Munas Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia ke VIII batal berlangsung di Kawasan Nusa Dua 2-4 Juni 2021, dengan alasan Covid-19.

“Di saat pademi ini, saya menjamin Bali paling siap menggelar acara bersifat nasional, dengan jumlah tamu ribuan, seperti Munas Kadin,” kata Putu Astawa.

Perhelatan Munas Kadin VIII, yang rencananya akan dihadiri 4.000 orang, memang sebuah harapan cerah bagi masyarakat Bali, dan menjadi pembuktian bahwa Bali kembali bisa menggelar acara berskala nasional, sekaligus juga bisa dikunjungi wisatawan.

“Kami berharap Munas Kadin tetap di Bali. Kami akan menjaga dan melaksanakannya dengan baik. Sebab sukses Munas, adalah pintu untuk bangkitnya kembali perekomian masyarakat Bali,” ujar Putu Astawa.

Dibatalkannya Munas Kadin VIII di Bali dengan alasan Covid-19 memang jadi tanda tanya. Sebab Bali saat ini justru rendah penyebaran Covid-19. Sementara pemerintah juga sedang fokus membantu Bali dengan program Work From Bali (WFB), yaitu program tujuh kementerian yang karyawannya pindah dan berkerja dari Bali. Jadi artinya Bali terbuka untuk didatangi, asal mematuhi Prokes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.