Baru 23 Persen Lansia Divaksin, Padahal Akhir Juni Harus Kelar

oleh -60 Dilihat
oleh
Herlin Ferliana (4 dari kanan/batik coklat panjang) Kapala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dalam vaksinasi 1.000 Lansia di MPM Honda, Jl. Sedati 101, Sedati, Sidoarjo, Sabtu (5/6/2021)

Adakabar.com. Surabaya- vaksinasi untuk lanjut usia (Lansia) di Jawa Timur, baru mencapai 23 persen atau 604.294 orang dari total 2.551.433 orang. Padahal, target Pemerintah Provinsi Jawa Timur, percepatan vaksin Lansia sudah harus tuntas pada akhir Juni 2021.

Jumlah vaksinas pertama untuk Lansia di Jatim sendiri masih 600.930 dosis, dengan prosentase 23,55 persen. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua tercatat 271.331 dosis dengan prosentase 10,63 persen.

Herlin Ferliana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menyebutkan, bahwa data yang terkonfirmasi positif, sampai 3 Juni di Jatim jumlahnya 155.505 orang. Dari jumlah itu, Lansia yang terkena 16,8 persen atau angkanya 26.162 orang. Tetapi, kematiannya 44,7 persen dari total yang meninggal.

“Inilah yang menyedihkan kita semuanya. Jadi, dari kasus 155.505 ini Lansia yang kena 26.162. Orang. Tapi, dari yang meninggal di Jatim itu 44,7 persen itu adalah Lansia,” katanya saat memberi sambutan di acara vaksinasi 1.000 Lansia dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di kantor MPM Honda, Jl Sedati 101 Sidoarjo, Sabtu (5/5/2021).

Menurut Herlin, mendatangkan Lansia agar mau divaksin bukan pekerjaan yang ringan. Perlu strategi, inovasi, keikhlasan serta kerja keras dan cerdas untuk bisa menghadirkan Lasia supaya bisa tervaksinasi.

“Bagaimana orang tua kita kawal dengan baik. Kita bisa berdiri disini, kita bisa bahagia seperti ini karena orang tua. Maka menjadi tanggung jawab kita untuk bisa melindungi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada 29 Mei adalah hari Lansia. Sebagai ungkapan bakti harus berbuat sesuatu pada orang tua.

“Vaksinasi merupakan salah satu dari sekian upaya yang akan kita berikan kepada orang tua untuk bisa menguatkan tubuhnya,” paparnya.

Melihat hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan jajarannya untuk melakukan upaya jemput bola, memperluas sosialisasi kepada masyarakat, serta turun langsung ke daerah.

Khusus kategori Lansia diperlukan pendekatan dan pendampingan untuk meyakinkan agar tidak ada kekhawatiran.

“Kalau bisa berbagi tugas dengan ASN, toga dan tomas untuk jemput bola diikuti sosialisasi lebih masif secara langsung melalui berbagai media dengan mendatangi titik-titik tertentu atau diselenggarakan terpusat di satu tempat,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/6/2021).

Saat memimpin rapat terbatas yang digelar di Gedung Negara Grahadi pada Jumat (4/6/2921), orang nomor satu di Jatim ini mencontohkan pendekatan melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat yang sudah divaksin. Para tokoh tersebut dinilai efektif memberikan rasa aman terhadap vaksin dan mengurangi kehawatiran akan efek yang ditimbulkan usai vaksinasi.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga mengingatkan masih banyak ulama dan pengasuh pondok pesantren yang belum mendapatkan vaksinasi. Oleh karena itu, dia mengimbau agar seluruh pihak mau bekerja sama dalam memastikan kesiapan vaksinator serta stock vaksin aman di setiap daerah.

“Tenaga kesehatan, TNI, Polri harus bekerja sama untuk percepatan vaksinasi lansia. Dinkes Jatim juga harus memastikan Dinkes kab/kota siap,” katanya.

“Pastikan juga para vaksinatornya siap dan stock vaksin di kab/kota aman,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.