Mengapa Kita Harus Berpuasa di Bulan Ramadan? Begini Penjelasan Ilmiah Ustadz Agus Mustofa

oleh -322 Dilihat
oleh

Adakabar.com. Surabaya – Sebentar lagi memasuki Bulan Suci Ramadhan. Umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa. Mengapa kita harus berpuasa?

“Banyak penyakit di era modern ini yang disebabkan oleh kebiasaan makan berlebihan dan pola hidup yang kurang sehat. Puasa membantu tubuh untuk kembali seimbang dan melakukan pemulihan alami”.

Hal ini disampaikan oleh Ustaz H. Agus Mustofa dalam sebuah Kajian Subuh di Masjid Al-Haq, Rungkut Mapan Barat RW 8, Surabaya.

Ustadz Agus Mustofa menyampaikan tausiahnya

Agus Mustofa menyebutkan, banyak penyakit modern yang muncul akibat ketidakseimbangan dalam diri manusia, baik dari segi pola makan, pola pikir, maupun gaya hidup.

“Banyak penyakit di era modern ini yang disebabkan oleh kebiasaan makan berlebihan dan pola hidup yang kurang sehat. Puasa membantu tubuh untuk kembali seimbang dan melakukan pemulihan alami,” ungkapnya,

Agus melanjutkan, saat seseorang berpuasa, sistem pencernaan diberikan waktu istirahat, sehingga metabolisme tubuh dapat bekerja lebih efisien. Dirinya mengibaratkan tubuh manusia seperti mesin kendaraan yang membutuhkan perawatan agar tetap optimal.

Para jamaah hikmat mengikuti uraian materi

“Kalau mobil terus-menerus dipakai tanpa perawatan, mesinnya akan boros bahan bakar dan menghasilkan banyak asap. Begitu juga dengan tubuh manusia. Jika tidak pernah diberi kesempatan untuk beristirahat melalui puasa, maka kesehatannya bisa terganggu,” terangnya.

Lebih dari sekadar kesehatan fisik, puasa juga memberikan manfaat besar bagi mental dan spiritual. Ustaz Agus menekankan bahwa puasa melatih seseorang untuk lebih sabar, ikhlas, dan peduli terhadap orang lain.

Selama sebulan penuh, seseorang belajar untuk mengontrol diri, tidak hanya dalam hal makan dan minum, tetapi juga dalam emosi dan perilaku sehari-hari.

“Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri. Jika dijalani dengan baik, seseorang akan memiliki mental yang lebih kuat dan hati yang lebih tenang,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya berbuka dengan makanan yang tepat, seperti kurma. Nabi Muhammad SAW mencontohkan berbuka dengan kurma, yang kandungan gulanya terikat dalam serat alami sehingga diserap tubuh secara perlahan.

“Kalau langsung mengkomsumsi gula dalam jumlah banyak, seperti minuman manis atau es teler, itu justru berbahaya bagi kesehatan. Terutama bagi penderita diabetes, lonjakan gula darah yang tiba-tiba bisa berakibat buruk,” tutur Agus.

Terkait anggapan bahwa penderita maag tidak boleh berpuasa, Ustaz Agus menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Menurutnya, banyak kasus maag yang sebenarnya bukan disebabkan oleh kurang makan, melainkan oleh stres dan kecemasan yang memicu produksi asam lambung berlebihan.

“Jika seseorang bisa lebih tenang dan ikhlas saat berpuasa, justru asam lambungnya bisa lebih terkendali. Tapi tentu saja, bagi yang memiliki penyakit serius, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu,” ucapnya.

Ustaz Agus menambahkan, puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang memperbaiki pola hidup dan membangun kesadaran diri.

Masih menuriit Ustaz Agus, dengan menjalankan puasa, seseorang dapat memperoleh manfaat kesehatan, keseimbangan mental, serta kedekatan spiritual yang lebih baik.

“Oleh karena itu, puasa bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga sebuah kebutuhan bagi tubuh dan jiwa,” tandas Agus. (Mosair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.