Lima Proposal Komunitas Terpilih Dalam Forum Presentasi dan Pitching EJAF Call 2021

oleh -60 Dilihat
oleh
Dari kanan ke kiri (Irfan Akbar, Syarif wajabae, Sol Amrida) Departemen Film DK-Jatim, sedang mengumumkan 5 proposal terpilih di Kantor DK-Jatim melalui zoom meeting, Kamis (22/7/2021)

Adakabar.com Forum presentasi dan pitching East Java Film Call (EJAF Call) 2021 telah usai. EJAF Call merupakan pemberian dukungan dalam bentuk biaya dan pendampingan produksi film pendek.

Caranya melalui kompetisi dan presentasi proposal produksi film pendek. Total dukungan biaya produksi belasan juta rupiah, untuk 5 tim terpilih. Ada 54 proposal yang masuk, dari 21 Kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan ide dan program dari Departemen Film Dewan Kesenian Jawa Timur, yang terdiri dari Sol Amrida, Syarif Wajabae, dan Irfan Akbar. Sosialisasi melalui akun instagram @depfilmdkjatim dimulai sejak 21 juni 2021.  Ketua Pelaksana, Syarif Wajabae mengatakan, selain melalui instagram, sosialisasi juga dilakukan melalui pesan chat berantai WA baik japri maupun group sineas-sineas jawa timur.

“Tujuan besar dari EJAF CALL 2021 ini adalah, mencari bakat-bakat lokal dalam bentuk ide gagasan yang dituangkan ke dalam proposal lalu dipresentasi di hadapan juri via daring dan kemudian dipilih 5 terbaik untuk diproduksi menjadi film pendek fiksi. Selain itu EJAF CALL ini juga upaya menemukan  gaya bertutur dalam sinema dengan karakter lokal Jawa Timur yang kuat,” kata Syarif Wajabae.

Pada kesempatan yang sama, Sol Amrida menjelaskan, melalui kegiatan ini, pihaknya bersama Departemen Film dk-jatim mengajak serta berbagai elemen dari anggota Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur, akademisi, praktisi film, pengkaji film, dan pemerhati film secara umum.

“Untuk mendorong agar Jawa Timur yang sudah memiliki dasar hukum berupa Perda Provinsi Jawa Timur No. 8 Tahun 2014, dapat segera menjadi pergub,” terangnya.

Dalam EJAF CALL 2021 kali ini, Departemen Film Dewan Kesenian Jawa Timur, didukung SMK Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu dari tim juri sendiri terdiri dari sutradara, praktisi, dan pengkaji film, yaitu, M. Ainun Ridho (Sutradara Film Jack, dan Kartolo Numpak Terang Bulan), Aria Kusuma Dewa (Sutradara Terbaik FFI 2009), dan Igak Satrya Wibawa (Pengkaji Film). Salah satu promosi juga disajikan dalam bentuk video pesan testimoni melalui instagram @depfilmdkjatim berupa ajakan untuk mengikuti kegiatan EJAF CALL 2021 ini, yang disampaikan Dandhy Dwi Laksono, Filmmaker Dokumenter dari WatchDoc, Aktor utama Film Wage, Rendra Bagus Pamungkas, Aktor Afrian Aris Sandy, Sutradara Harvan Agustriansyah, dan DOP asal Surabaya, Enggong Supardi.

Irfan Akbar menambahkan, tujuan lain yang juga penting dari kegiatatan ini adalah tercapainya ekosistem perfilman yang saling mendukung antar lembaga terkait, komunitas film, Sineas Jawa Timur, serta penikmat film dan pengamat film.

Dari 54 Proposal yang masuk, ada dua belas proposal Produksi terpilih di tahap awal kurasi pada hari Kamis tanggal 15 Juli 2021.

Yakni Basiyat karya Ahmad Faiz, Sego Goreng Babi karya Gugun Arif, Good bye, Sugeng karya Muhammad Rizal Hanun, Ambyo karya Gelora Yudhaswara, Sekawan karya Abra Merdeka,  Raya Rasa karya Rehal Lahir Prias Supuntari, Stroke karya Muhammad As’ad Aswin, Epiloge karya Widya Chury Aini, Mesin Jahit dan Cerita Yang Tak Usai karya Sanove Fadzar Pamungkas, Ono Dino Ono Rupo karya Helvina Dewi Yulian, Ambal Warsa Karya Muhammad Alfian Alfarisi, dan Ego karya Mirza Haikal Damara.

*Lima Proposal Terpilih dan Catatan Juri*

Hari Senin tanggal 19 Juli 2021, setelah presentasi dan pitching di siang hingga petang, pada Jam 19.00 WIB malam langsung diumumkan lima Proposal Pemenang East Java Film Call 2021. Menurut Juri M Ainun Ridho, peserta yang terpilih pada nominasi awal merefleksikan keberagaman narasi pada naskah cerita film.

Keberagaman narasi itu terlihat pada warna genre film yang mereka gagas. Mulai dari drama, laga, horror, hingga komedi. Keberagaman genre ini patut dapat apresiasi karena akan menjadi kanal-kanal ide produksi yang merujuk kepada keberlanjutan proses produksi film di Jawa Timur.

“Gambaran eksperimen produksi juga muncul dari keinginan peserta untuk menerjemahkan naskah dalam beragam strategi komunikasi, dari penguatan Bahasa visual hingga keinginan menyuguhkan dominasi dialog dan kata,” urainya.

Selain itu Aria Kusuma Dewa menambahkan, mereka berani mengeksplorasi potensi dan kekuatan lokal menjadi sebuah narasi yang dapat diterima oleh semua pihak. Ruang imajinasi tersebut menjadi kekuatan bagi komunitas film Jawa Timur.

Lima proposal yang lolos terdiri dari, pertama, Ego karya Mirza Haikal Damara. Kedua Sekawan karya Abra Merdeka. Ketiga Basiyat karya Ahmad Faiz. Keempat Epiloge karya Widya Chury Aini. Dan Kelima Stroke karya Muhammad As’ad Aswin.

“Semoga hasil karya nanti sesuai dengan harapan kita Bersama. Terima kasih tak terhingga kepada tiga dewan juri yang telah banyak memberikan masukan dan membantu program East Java Film Call 2021 yang kami selenggarakan,” ucap Syarif Wajabae saat pengumuman lima proposal terpilih yang diposting melalui akun instagram @depfilmdkjatim.

Dari kacamata juri pengkaji film, Igak Satrya Wibawa, sedikit mengkritisi, “Keberagaman narasi itu sayangnya kurang muncul pada aspek keberagaman diskursus budaya atau multikulturalisme yang menjadi tema utama.

Beberapa peserta terjebak pada tema multikulturalisme budaya yang monoton atau sekedar memotret masalah di permukaan. Ada juga peserta yang terjebak pada kesibukan menata Bahasa visual dan ritme naskah tapi agak mengabaikan tema utama yang menjadi kewajiban peserta. Sebagai sebuah kompetisi, tema utama menjadi sebuah persyaratan hakiki, tapi fleksibilitas sebuah penilaian menjadi alternatif ruang pembuka untuk memberikan kesempatan peserta melakukan revisi dan kemungkinan membuka ruang dialog lebih lebar dengan tema yang menjadi persyaratan utama.”

EJAF CALL 2021 ini merupakan rangkaian dari program besar tahunan Dewan Kesenian Jawa Timur yaitu, Jatim Art Forum (JAF), yang tahun ini mengusung tema Tumbuh Bersama. Untuk lima proposal yang lolos selanjutnya akan diadakan kegiatan produksi dan pendampingan produksi oleh panitia pada bulan agustus dan september, dengan melibatkan Siswa-siswa magang SMK Dr.Soetomo jurusan produksi film. Selanjutnya setelah lima film selesai diproduksi, akan ditayangkan perdana dan diapresiasi bersama pada pekan puncak kegiatan Jatim Art Forum oktober mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.