Jember – Lembaga Jatim Berbagi, terjun langsung membantu masyarakat korban banjir di Kabupaten Jember.
Mereka fokus di dua titik, yakni Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Dusun Sembungan, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger dan posko banjir di Jalan Wahid Hasyim 17, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
“Banjir kali ini sangat parah, bahkan mencapai dada orang dewasa. Karena itu kami turun ke sini untuk membantu meringankan beban warga maupun santri di pondok,” terang Hoirul Anam, Koordinator Jatim Berbagi, Minggu (7/2/21).
Kehadiran mereka ke lokasi bencana, lanjut Anam, sebagai wujud solidaritas sebagai sesama manusia, terutama sesama warga Jatim. Anam berharap korban banjir bisa segera kembali hidup secara normal.
Dalam kesempatan itu, para relawan Jatim Berbagi membawa bantuan berupa beras, mie instan, dan pakaian layak pakai. Seluruh bantuan itu diantar langsung ke lokasi bencana dan diserahkan kepada korban banjir.
“Kehadiran kami di sini adalah wujud solidaritas sebagai sesama warga Jatim. Mungkin kalau dilihat dari jumlah tidak seberapa, tapi spirit berbagi ini yang luar biasa,” imbuh mantan aktivis PMII Unsuri ini.
Anam menambahkan, pihaknya memang berlatar belakang relawan Khofifah saat mencalonkan Gubernur Jawa Timur, bahkan sejak Pilgub 2018. Karena itu wajar dalam kegiatan Jatim Berbagi mereka selalu membawa atribut Khofifah.
Namun dalam kegiatan sosial yang mereka lakukan dilakukan secara swadaya mandiri. Seluruh bantuan murni sejak berdiri di tahun 2019 berasal dari swadaya relawan Jatim Berbagi. Di luar bencana alam, pihaknya rutin melakukan bakti sosial dua bulan sekali ke masyarakat secara bergilir di wilayah Jawa Timur.
“Saya dan teman-teman di Jatim Berbagi bisa dibilang adalah relawan Bu Khofifah ketika pilgub. Demikian pula Mas Hadi Mulyo Utomo yang merupakan pembina di Jatim Berbagi. Saat ini medan perjuangan kami di bidang sosial kemasyarakatan,” pungkas Anam.









