Gus Iwan Terkejut, Temukan LKS MI Berisi Contoh Pacaran

oleh -49 Dilihat
oleh
Ahmad Iwan Zunaih, Anggota Komisi B DPRD Jatim

Adakabar.com Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) membuat gusar orang tua murid. Sebab, di dalamnya terdapat ciri-ciri orang munafik, dengan contoh ingkar janji saat pacaran.

Ahmad Iwan Zunaih, Anggota DPRD Jatim, menemukan itu secara langsung saat mendampingi anaknya belajar.

Gus Iwan, begitu sapaan akrabnya, pun terkejut saat membaca lembaran LKS, yang membahas bab munafik.

Dalam buku LKS tersebut tertulis ciri-ciri orang munafik (seperti janjian ketemu sama pacar warung kebab bang piih tetapi tidak datang karena lebih mementingkan bisnis)

“Saat saya mendampingi anak belajar ada bab terkait masalah munafik. Cuma contohnya itu tidak etis sama sekali dan tidak mendidik. Contoh-contoh itu juga sering terjadi,” ungkapnya, Rabu (9/6/2021).

Buku LKS kelas VI MI yang memuat contoh ingkar janji dengan pacar

Menantu Kyai Ghofur, (Ponpes Sunan Drajat, Lamongan) ini menuturkan, tidak jarang menemukan hal serupa yang ada pada lembaran LKS.

Politisi Partai NasDem ini juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama untuk bertanggung jawab.

“Seharusnya menyeleksi menyeluruh LKS-LKS yang disebar kepada para siswa. LKS itu harus ada semacam akreditasinya. Jangan semua penerbit bisa menerbitkannya, akhirnya seperti ini tidak ada audit, tidak ada edit dan tidak ada acuan yang baku,” ujar Anggota Komisi B DPRD Jatim ini.
Apalagi, lanjut dia, pelajaran untuk anak-anak usia dini harus lebih diperhatikan. Demi tumbuh kembang anak, agar tidak terpapar dan mengarah pada perbuatan yang tidak elok.

“Hal-hal semacam ini akan terus membekas pada diri anak dan bila tidak diperhatikan serius maka bagaimana mutu pendidikan kita kedepannya, khususnya dalam pembentukan karakter anak bangsa,” katanya seolah bertanya.

Seharusnya, tambah Gus Iwan, Dewan Pendidikan dan Kementerian Pendidikan serta Kementerian Agama hingga Dinas Pendidikan bersama-sama membikin akreditasi LKS.

“Supaya LKS yang tersebar kepada sekolah itu memiliki mutu yang standar dan tidak ngawur seperti ini,” tandas pria yang juga menjadi Rektor INSUD Lamongan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.