Gelar Nobar “KPK Endgame”, IKA Stikosa AWS Sesalkan Aksi Peretasan Medsos Watchdoc

oleh -109 Dilihat
oleh
Suasana nonton bareng "KPK the EndGame" Ika Stikisa-AWS, Minggu (6/6)2021)

Adakabar.com. Surabaya-Film dokumenter yang diproduksi Watchdoc berjudul KPK The EndGame telah banyak ditayangkan secara mandiri oleh masyarakat di Indonesia.

Tak terkecuali Ikatan Alumni Sekokah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa AWS) yang menanyangkan film berdurasi hampir dua jam itu pada hari kedua penayangan, Minggu (6/6/2021) malam di pelataran Masjid A. Aziz, Komplek Kampus Stikosa AWS Surabaya.

Namun kabar kurang sedap diterima Pengurus IKA Stikosa AWS, usai Nobar KPK The EndGame. Ketua IKA Stikosa AWS, M. Zurqoni mengaku memperoleh infomasi bahwa media sosial baik instagram dan twitter Watchdoc diretas.

Bahkan, dari kabar yang disampaikan Dandhy Laksono, Sutradara KPK The EndGame, seperti dikabarkan CNN Indonesia, Nobar di Pontianak mendapatkan ancaman atau teror, walau penayangan masih terus berlangsung. Ia menilai peretasan dan teror saat itu sebagai bentuk pembungkaman yang dilakukan seperti era orde baru zaman Soeharto.

“Peretasan Medsos dan ancaman bagi penyelenggara Nobar ini kan upaya pembungkaman sepeti zaman Soeharto. Penekanan secara psikis,” kata pria yang juga mantan aktivis 98 tersebut.

Zurqoni melihat karya Watchdoc KINIPAN yang tayang beberapa waktu lalu telah sukses ditonton jutaan orang. Bahkan ratusan hingga ribuan layar terkembang untuk film yang edukatif ini.

“Jadi KPK EndGame ini dinilai oleh rezim sebagai ancaman dan berbahaya karena pengalaman dari KINIPAN, penontonnya sangat banyak. Padahal film EndGame ini sangat edukatif, menjelaskan banyak hal tentang idealisme penyidik dan pegawai dalam upaya pemberantasan korupsi oleh KPK di Indonesia,” jelasnya.

Ia berharap, tidak lagi ada upaya intervensi dari pihak manapun dengan meretas atau menebar teror untuk sebuah karya dokumenter.

Zurqoni pun menegaskan, IKA Stikosa AWS mengutuk keras aksi peretasan dan teror KPK EndGame.

“Jangan sampai kita kembali seperti masa orde baru yang anti kritik. Kami mendukung Watcdoc untuk tetap memfasilitasi penayangan Nobar ini agar terus dilanjutkan. Semua anak bangsa perlu tahu bahwa upaya pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini memang sedang mengalami jalan terjal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.