Adakabar.com Mutasi virus Covid-19 terus bermunculan di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI dari Jawa Timur terpapar. Mereka baru kembali dari Malaysia.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril. Ia membenarkan varian baru Corona baru sudah masuk di Jatim. TKI Jatim ini dari Jember dan Sampang Madura.
“Iya, dua varian baru itu dari PMI yang datang ke Jatim sejak 27 April kemarin,” kata Jubir Satgas COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril saat dikonfirmasi, Senin (17/5/2021).
dr Jibril menjelaskan, varian baru Corona tersebut hasil sequencing sampel PMI yang pulang ke Jatim dan dinyatakan positif Covid-19. Sampel itu pun diperiksa di ITD Universitas Airlangga (Unair).
“Hingga hari ini, PMI yang positif ada 78. 76 Di antaranya, sampelnya saat diperiksa, masih varian lama. Sedangkan 2 PMI, saat sampelnya disequencing, menunjukkan varian baru Corona,” bebernya.
Kondisi pasien sendiri, kata Jibril, saat ini masih dalam masa perawatan.
“Dari update terakhir masih dirawat di RS Indrapura,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan dua mutasi virus dari Afrika Selatan dan Inggris ditemukan di Jawa Timur pada pekan lalu.
Keduanya didapatkan dari pekerja migran yang pulang dari Malaysia. Oleh sebab itu Budi meminta kepala daerah hingga dinas kesehatan lebih gencar menggelar tes demi mendeteksi varian baru ini.
“Karena varian baru penularannya juga tinggi,” kata Budi saat konferensi pers secara virtual.
Budi mengatakan paling tidak 40 ribu tes harus dilakukan setiap hari demi membongkar kontak erat. Tak hanya itu, ia meminta warga tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat seperti memakai masker.
“Protokol Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dijalankan, tes dan tracing harus jalan,” kata Budi.
Pekan lalu Budi menyatakan bahwa mutasi Covid-19 varian B.1.617 yang berasal India telah masuk RI dan banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan. Hingga minggu lalu, sudah ada 10 kasus mutasi varian asal India yang telah ditemukan di Indonesia.
Oleh sebab itu, Kemenkes akan melakukan genome sequencing secara lebih ketat di lokasi yang terdapat mutasi corona tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui pola penyebaran virus serta menentukan langka karantina yang tepat.
Sedangkan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan dua pekan usai libur Lebaran adalah momentum untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19. Oleh sebab itu ia meminta masyarakat hingga daerah dapat bekerja sama.
“Posko di desa atau kelurahan akan bekerja keras satu sampai dua minggu ini untuk mengawasi mereka yang kembali (dari mudik),” kata Doni.









