Adakabar.com. Surabaya. DPRD Jatim menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Jatim, dalan Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I, Pandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jatim tahun anggaran 2020, Rabu (7/4/2021).
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak menerima saran dan kritik membangun yang diberikan untuk pemerintahannya bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
“Ya, semua masukan yang konstruktif harus kita respon dengan baik. Memang selalu ada kebutuhan untuk menyempurnakan kinerja,” katanya, usai mengikuti Rapat Paripurna.
Bagaimanapun juga, kata Emil, semua keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemprov Jatim, tak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh seluruh pegawai. Oleh karenanya, sepatutnya mereka juga menerima apresiasi.
“Walau tentunya kita mengapresiasi dedikasi dari insan Pemprov dari semua elemen, termasuk DPRD. Sehingga bisa tercapainya kinerja yang relatif memberikan rasa syukur kita di tengah pandemi,” imbuhnya.
Diakui Emil, dalam LKPJ tersebut ada beberapa catatan yang menjadi sorotan, yakni terkait dengan serapan anggaran. Kemudian juga bagaimana Pemprov bisa menggenjot pendapatan.
“Tapi ya kita ingin mengirimkan sinyal kepada masyarakat bahwa optimalisasi pendapatan itu bukan hanya mengejar, tetapi juga menggugah,” tuturnya.
Itulah sebabnya, Emil menambahkan, beberapa skema insentif diterapkan kepada para wajib pajak, agar tergugah, bukan hanya pendapatan terkejar.
“Dalam kaitan dengan pendapatan, apa lagi ditengah pandemi,” tandasnya.









