Sangat Disayangkan! Vaksin Covid-19 Berbayar, Ekonomi Rakyat Sedang Kacau

oleh -77 Dilihat
oleh
Siti Rafika Hardhiansari, Aktivis Perempuan

Adakabar.com Baru baru ini muncul informasi, Pemerintah melalui klinik Kimia Farma memberikan layanan vaksin individu atau mandiri bagi masyarakat. Layanan ini rencananya akan dibuka mulai Senin (12/7/2021)

Pada tahap awal ini, setidaknya akan ada delapan klinik Kimia Farma yang menyediakan layanan vaksinasi individu di enam kota. Ke depan akan diperbanyak jumlah kota yang bisa menyediakan layanan ini.

Aturan mengenai harga vaksin gotong royong tertuang di dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukkan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Dalam regulasi tersebut, harga vaksin Kimia Farma (biaya vaksin Kimia Farma) ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosisnya.

Sementara untuk penyuntikan vaksin dilakukan dua kali, sehingga membutuhkan dua dosis vaksin. Penerima vaksin gotong royong juga harus membayar biaya pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per penyuntikan.

Dengan demikian, total biaya vaksin Covid-19 yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan layanan ini adalah sebesar Rp 879.140 (biaya vaksin Kimia Farma)

Aktivis Prempuan Siti Rafika Hardhiansari menyayangkan adanya wacana vaksin dijual tersebut. Pasalnya, di saat antusiasme warga masyarakat mau vaksin justru malah dijual.

“Mohon Pemerintah mempertimbangkan nasib rakyat kecil yang untuk makan sehari hari saja mereka susah di saat PPKM Darurat Jawa Bali ini, karena mereka gak bisa berdagang atau jualan seperti sebelum belumnya,” katanya saat dikonformasi, Minggu (11/7/2021).

Menurut Fika sapaan akrabnya, mereka semuanya mengeluh tidak adanya pemasukan di saat PPKM Darurat ini.

“Kok malah mau ada kebijakan baru vaksin akan dijual. Mohon pemangku kebijakan di negeri Indonesia tercinta ini mempertimbangkan kembali rencana penjualan vaksin, besok Senin, 12 Juli, 2021 di beberapa Klinik Kimia Farma. Karena ekonomi masyarakat yang sedang kacau sejak masa Pandemi ini, hingga sekarang masa PPKM Darurat,” jelasnya.

“Mereka semua menjerit merasa PPKM pelan-pelan kita mati rasa lockdown, yang hanya di rumah saja tapi belum ada bantuan turun, seperti sembako atau permakanan malah ada wacana vaksin dijual,” imbuhnya.

Sekali lagi, Fika memohon pada pemerintah untuk pertimbangkan kembali wacana penjualan vaksin.

“Mohon gratiskan untuk rakyat seperti yang terjadi di luar negeri. Semoga jeritan hati ini di dengar oleh pemangku kebijakan di negeri ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.