Adakabar.com.Surabaya-Tangis histeris seorang ibu mewarnai aksi unjukrasa warga Kalilom Lor Indah Surabaya, menolak pembangunan gudang karena berdampak pada kerusakan rumah mereka. Mulai tembok retak retak hingga lantai rumah yang ambles 2 centimeter.
Puluhan warga Kalilom Lor Indah, Gg Seruni 2, Tanah Kali Kedinding, Surabaya, berunjuk rasa di depan proyek pembangunan gundang.

Salah seorang ibu menangis histeris saat menyampaikan isi hatinya di depan Kapolsek Kenjeran, yang berjaga di depan gudang, tempat warga berdonstrasi.
Haniyah, begitu nama perempuan itu mengatakan, “Saya dan warga tidak setuju dengan pembangunan ini dan ingin pembangunan gudang tersebut dihentikan karena menyebabkan kerusakan pada rumah warga hingga retaknya dinding-dinding dan pondasinya putus,” tuntutnya sambil terisak.
Haniyah juga ingin rumah warga yang terdampak dapat ganti rugi untuk perbaikan rumah seperti semula. Dan, jika pembangunan gudang dilanjutkan harus mundur sejauh 3 meter dari pemukiman warga.
Salah seorang pengurus RT tak kalah sengit mendukung aksi warganya.
“Saya dan warga akan demo lagi jika pembangunan tersebut masih dilanjutkan.” Tegasnya.
Sementara itu, pihak kontraktor pembangunan gudang, belum bisa dikonfirmasi karena tidak ada di tempat.(msi)











