Ratusan Pengurus Masjid Ikuti Pelatihan Sistem Akuntansi Digital

oleh -79 Dilihat
oleh

Adakabar.com, Surabaya – Ratusan peserta dari berbagai pengurus masjid di Surabaya Raya mengikuti pelatihan sistem akuntansi digital untuk pengelolaan keuangan di masjid, dengan menggunakan aplikasi Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35.

Diharapkan, dengan mengikuti pelatihan ini pengurus masjid mampu menerapkan sistem akuntansi yang berstandar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian keuangan masjid menjadi lebih tertib, transparan serta meningkatkan kepercayaan jamaah.

Penyelenggaraan workshop ini didasari atas pengalaman dalam menerapkan aplikasi sistem akuntansi yang dimulai tahun 2020 Aplikasi sistem akuntansi ini mengalami perbaikan perbaikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada serta berbasis ISAK 35

Berdasarkan pengalaman keberhasilan dalam implementasikan aplikasi sistem akuntansi dan tentunya dipandang perlu untuk disebarluaskan ke pengelola masjid-masjid.

Hal ini guna memberikan kemudahan dalam operasional pengelolaan keuangan sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Prof DR Ferdiansyah Mahyudin, Ketua YayasanAs Shobirin, dalam upaya meningkatkan tata kelola keuangan masjid yang transparan dan akuntabel pihaknya menyelenggarakan kegiatan workshop aplikasi sistem akuntansi untuk masjid pada Sabtu (25/10) Acara ini bertempat di ruang utama masjid Ashobirin Jalan Raya Rungkut Mapan Tengah 1 Surabaya

“Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus Masjid, bendahara dan takmir dari berbagai wilayah di Surabaya,Sidoarjo dan Gresik dengan peserta 107 orang dari 58 masjid. workshop bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan sistem akuntansi, sesuai dengan interpretasi standar akuntansi keuangan atau Isak 35,yang relevan bagi organisasi Nirlaba termasuk masjid, ‘ ungkapnya.

Ferdiansyah Mahyud menegaskan, pentingnya penerapan sistem akuntansi yang profesional agar pengelolaan dana umat dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, terukur dan sesuai dengan prinsip syariah Islam.

Melalui workshop ini Peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai penerapan ISAK 35 dalam laporan keuangan masjid, penyusunan laporan keuangan yang transparan dan sesuai kaidah akuntansi

“Selain itu, pengelolaan kas infak sedekah dan wakaf secara akuntansi dan pengenalan sistem digitalisasi akuntansi masjid untuk efisiensi administrasi” Imbuhnya.

Kegiatan ini mengusung tema transparan transformasi keuangan masjid menuju transparansi dan akuntanbilitas, melalui sistem akuntansi digital yang mencerminkan komitmen Yayasan As Shobirin. Hal ini untuk mendorong transparansi manajemen keuangan masjid ke arah yang lebih profesional modern dan berintegritas

“Dengan kegiatan ini kami berharap agar seluruh pengurus Masjid mampu menerapkan sistem akuntansi yang berstandar dan dapat dipertanggungjawabkan,”jelasnya.

“Dan dengan begitu, keuangan masjid menjadi lebih tertib, transparan serta meningkatkan kepercayaan jamaah terhadap pengelolaannya, ” pungkasnya (Mosair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.