Adakabar.com. Anik Maslachah Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, mendorong pelaksanaan PPKM tidak lagi diperpanjang. Karena, selama keputusan PPKM diperpanjang, berpengaruh pada berhentinya program pro rakyat.
“PPKM Jangan diperpanjang lagi,” pinta Anik Maslachah, Jumat (6/8/2021).
Anik Maslachah menegaskan, masih terus meningkat pandemi, harus menjadi perhatian semua komposisi. Dimana, seluruh stakeholder baik pemerintah, dunia usaha swasta, maupun masyarakat harus memainkan harmoni sosial secara bersama-sama secara sederhana.
“Namun kokoh, bergeliat dengan lincah sehingga memacu laju tumbuh sektor ekonomi maupun sosial lainya,” terang politisi PKB ini.
Sekretaris DPW PKB Jawa Timur ini berpendapat, hari ini pemerintah satu-satunya institusi pemegang uang masyarakat.
‘Pemerintah harus merealisasikan program yang bersifat stimulus ekonomi, seperti modal bergulir untuk UMKM, kredit lunak untuk para petani, realisasikan dengan tepat relaksasi pajak dan bank milik pemerintah daerah,” kata dia.
Anik Maslachah menyarankan, pemerintah harus mampu mengelola dengan baik, menggelontorkan program yang bersifat penyerapan tenaga kerja banyak (padat karya). Karena itu dirinya masih melihat semua program pro rakyat mandeg.
“Hal ini terlihat dari analisa Kemendagri deposito Pemprov masih tinggi karena program yang terkait belum terealisasi dengan baik. BLT juga tetap harus dikeluarkan dan diperbanyak bagi masyarakat yang benar-benar terdampak,” saran Anik.
Anik Maslachah meneruskan, lazimnya PPKM adalah usaha pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait 5 M. Mestinya bukan hambatan orang beraktifitas, hanya pengaturan yang lebih ketat untuk tidak berkerumun dan pengaturan sistem beraktifitas. Tapi kesadaran masyarakat untuk 5 M harus bener-benar tumbuh dengan mendorong vaksinasi dipercepat hingga 60-70% penduduk.
“Sehingga herd immunity tercipta, Karena kalau PPKM dilanjut tanpa ada solusi, bisa jadi ekonomi kita makin ambruk,” kata Anik Maslahah khawatir.









