Surabaya- Sedikitnya 1.287.000 masker dibagikan secara simbolis oleh Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Nico Afinta, kepada perwakilan santri yang hadir dalam pencanangan “Gerakan Santri Bermasker” di Mapolda Jatim, Kamis (25/4)
Dalam kesempatan tersebut Kapolda Jatim juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Jatim, Kiai, Ulama, dan Santri atas kerjasama yang telah di bangun selama ini, bersama TNI, Polri dan pemerintah daerah, serta seluruh kamtibmas di Jawa Timur, yang berjalan kondusif dan baik.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada tuhan yang maha kuasa, semoga kita semua dapat terbebas dari covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju,” pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta dalam sambutannya.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan ini mengatakan bahwa ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.
“Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak,” katanya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini melanjutkan bahwa kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M. “Ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan berseiring dengan proses vaksinasi,” pungkasnya.











