Adakabar.com. Surabaya-Ketua Umum Pengurus Daeng M.Fakih, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) bangga dengan forum yang digelar DPW Partai NasDem Jatim bertajuk “Restorasi Humanisme Pendidikan Kedokteran”
“Forum seperti ini sangat bermanfaat bagi kami untuk aspirasi dan masukan. Membuka ruang bagi kami dari profesi untuk menyampaikan masukan rencana revisi yang dibawa oleh Baleg. Dan kebetulan Pak Willy (Ketua Panja RUU Pendidikan Kedokteran, Willy Aditya, red) berasal dari NasDem,” katanya.
Pihaknya pun melihat bahwa akses pendidikan dan rasa keadilan, yakni dokter yang diproduksi itu harus terdistribusi dengan baik ke daerah-daerah yang membutuhkan.
“Itu mulai dulu tidak selesai. Kita melihat kasus Covid-19, memang masih banyak PR menyelesaikan beberapa masalah. Tentang distribusi, kemudian akses pendidikan dan rasa keadilan. Ada kawan-kawan pinter tapi tidak punya akses sekolah, itu harus diselesaikan,” ungkapnya.
Daeng membeberkan, selama ini faktor itulah menjadi PR yang belum terselesaikan.
“Rasa keadilan untuk mengakses pendidikan kedokteran itu harus diselesaikan. Jangan orang yang pinter-pinter, SDM yang baik karena alasan tidak ada duit, dia tidak bisa sekolah. Ironis itu bagi sebuah bangsa,” papar dia.
Ada lagi masalah pembebanan biaya yang tinggi, lanjut dia, karena proses ujian yang tidak kunjung selesai juga harus diselesaikan.
“Kita harus berani menyusun stratetegi supaya ketertinggalan kita di teknologi pelayanan kedokteran dan inovasi yang minim kita harus segera berubah,” terangnya.
“Kalau tidak berubah, sampai kapan kita kalah terus dan tidak sejajar dengan pelayanan di tempat negara lain. Dengan negara tetangga saja kita kalah, itu harus dikejar. Nah, strategi itu harus dimulai dari hulunya. Yaitu pendidikan kedokteran,” sambung Daeng.









