OPOP Jatim Catatkan Rekor MURI di Moment HUT ke 79 RI

oleh -112 Dilihat
oleh
sekretaris penguatan dan pengembangan OPOP Jatim M Ghofirin saat menerima penghargaan rekor MURI

Adakabar.com. Surabaya – One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada momentum upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, bertempat di lapangan Rektorat Unesa.

Unesa tercatat sebagai perguruan tinggi dengan mitra UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) bersertifikat produk halal terbanyak, dengan total 160 UMKM.

Prof Dr Nurhasan, MKes., Rektor Unesa mengatakan, rekor tersebut merupakan wujud spirit kemerdekaan. Salah satunya dalam bentuk gotong royong atau kolaborasi seluruh sivitas akademika untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Unesa dalam mengisi hari kemerdekaan dengan capaian yang berdampak bagi lembaga dan masyarakat. Sekaligus sebagai kado terindah untuk Dies Natalis ke-60 Unesa.

“Semua ini tidak akan terwujud dan tercapai tanpa komitmen dan kontribusi seluruh sivitas Unesa. Semoga ini menjadi motivasi untuk selalu membawa Unesa satu langkah di depan,” ujar Prof Nurhasan, usai memimpin upacara HUT ke-79 RI di Lapangan Rektorat Unesa Kampus 2 Lidah Wetan Surabaya, Sabtu, 17 Agustus 2024.

Yusuf Ngadri, Direktur Operasional MURI mengatakan, capaian Unesa ini sangat luar biasa, menjadi inspirasi bagi para akademisi, maupun praktisi untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui UMKM.

“Terkait rekor mitra UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) bersertifikat produk halal terbanyak ini, tentu saja berdampak pada pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Peran Unesa bersama OPOP Pemprov Jatim, untuk mengembangkan UMKM ini menjadi rekor,” terangnya.

Mohammad Ghofirin, Sekretaris Tim Penguatan dan Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) mengatakan, MURI ini merupakan hasil dari implementasi kerja sama antaraTim OPOP Jatim dengan Unesa.

“Agustus tahun 2023 lalu, Tim OPOP Jatim teken perjanjian kerjasa sama dengan Unesa. Alhamdulillah Agutus tahun ini berhasil diraih Rekor MURI. Ini adalah spirit baru bagaimana kita bersama-sama melakukan pendampingan berkelanjutan kepada UMKM di Jawa Timur. Sudah banyak pihak-pihak yang fokus pada pendampingan UMKM hingga meraih sertifikat produk Halal. Namun belum banyak yang melakukan pendampingan berkelanjutan pasca diraihnya sertifikat produk halal tersebut.” Jelas Ghofirin.

Sebagai catatan, Ghofirin juga pernah mendapatkan penghargaan Jer Basuki Mawa Bea dari Pemprov Jatim atas jasanya aktif melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi itu dimaksudkan agar UMKM bisa naik kelas melalui proses pendampingan berkelanjutan bersama tim Unesa. Pendampingan itu meliputi 18 aspek, di antaranya manajerial, akuntansi, bisnis digital, gizi, termasuk aspek bahasa.

“Karena orientasinya ekspor. Kalau UMKM tidak paham bahasa Inggris, maka mereka akan kesulitan kerja sama korespondensi dengan pihak luar negeri. Kami yang mengawal program OPOP yang diinisiasi Bu Gubernur Jatim (2019-2024) Khofifah Indar Parawansa. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unesa,” tandanya (Mosair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.