Mendemo Petinggi Kampus Atas Dugaan Pelecehan dan Kekerasan, Persidem BEM Universitas Victory Sorong Dicoret Sebagai Mahasiswa

oleh -74 Dilihat
oleh
Aksi mahasiswa Univ. Victori, Sorong saat demo oknum kampus yang melakukan pelecehan dan kekerasan

Adakabar.com. Jakarta – Partai Mahasiswa Indonesia mengecam sikap universitas Victory sorong atas tindakannya yang Mencabut Status Mahasiswa Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seorang Mahasiswi.

Pencabutan status mahasiswa ini buntut dari advokasi dan demontrasi mereka terhadap kampus, atas dugaan oknum petinggi kampus Universitas Victory sorong, yang melakukan pelecehan dan kekerasan terhadap mahasiswinya.

“Kami akan advokasi, Besok kami akan datang ke kemendikbud ristek untuk meminta jadwal kepada Pak Dirjen Dikti Prof. Nizam untuk beraudiensi, baru kemudian, jika tidak juga menemui titik terang, Partai Mahasiswa akan mengambil langkah hukum Guna mendampingi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas victory sorong” tegas Eko Pratama Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia

Aksi mahasiswa Univ. Victori, Sorong saat demo oknum kampus yang melakukan pelecehan dan kekerasan

Demonstrasi yang di lakukan BEM selama 3 hari, di depan Hedung Rektorat Universitas Victory Dorong menuntut pihak kampus untuk memberhentikan 2 oknum yang melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswinya, tapi berujung pada Drop Out (DO). Diduga ada tindakan perlindungan yang dilakukan oleh Pimpinan Kampus kepada pelaku kekerasan ini.

Kekerasan yang di lakukan bermula ketika korban sedang duduk bersama teman – temannya di pondopo kampus, tiba – tiba pelaku datang menghampiri korban dan langsung menampar sebanyak 10 kali. Sebelum akhirnya korban dibawa ke dalam sebuah ruangan yang ada dikampus.

“Kami tidak akan pernah mentolerir apapun itu tindak kekerasan yang di lakukan dalam dunia pendidikan, jika tenaga pendidiknya saja seperti ini, bagaimana dengan nasib generasi penerusnya?”. Kata Mohammad Al Hafiz, Sekjend Partai Mahasiswa indonesia.

Aksi mahasiswa Univ. Victori, Sorong saat demo oknum kampus yang melakukan pelecehan dan kekerasan

“Kami meminta untuk seluruh instansi terkait yang ada di Provinsi Papua Barat, turun tangan dalam investigasi kasus ini, kita tidak ingin terus terjadi pembungkaman terhadap mahasiswa yang menjadi korban tindak kekerasan maupun pelecehan yang ada di lingkungan kampus.” pungkas Hafiz (A. Jovas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.