Masih Ingat Dugaan Kasus Pencabulan di SMA Selamat Pagi Indonesia Batu? Ini Kelanjutannya!

oleh -31 Dilihat
oleh
Susana Persidangan di PN Surabaya, Selasa (18/1/2022)

Adakanar.com. Surabaya – EJ (Ko Jo/ Ko Jul), mantan pengurus yayasan sebuah lembaga pendidikan di Kota Batu (SMA SPI), yang dilaporkan oleh beberapa mantan muridnya atas dugaan pelecehan seksual (pencabulan) mengajukan 4 saksi dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (18/1/2022)

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Martin Ginting itu agendanya mendengar saksi-saksi yang diajukan pemohon (EJ).

Dari keterangan Dila, salah satu saksi diperoleh keterangan, bahwa SPI adalah sekolah yang menampung anak dari seluruh Indinesia tanpa membedakan suku, dan mengutakan anak yatim-piyatu.

“Sebelum ada laporan dugaan pencabulan dari Shiren pada Mei 2021, kami merasa difitnah dengan pemberitaan di media massa.dengan adanya masalah ini kami jadi risau dan sedih. Selain itu orang tua murid juga merasa kawatir.” Katanya.

Ketika mendapat pertannyaan apakah dirinya pernah melihat EJ melakukan tindakan tidak senonoh? Dila menjawab.

Susana Persidangan di PN Surabaya, Selasa (18/1/2022)

“Saya tidak pernah melihat atau mendengar peristiwa tersebut, sekitar selama 12 rahun di SPI,” tuturnya.

Dila juga menceritakan, awalnya SN (pelapor dan pernah satu kamar dengan Dila) saat masuk SPI beragama Islam, lalu setelah lulus 2011, memeluk Katolik.

“Saya juga kaget, saat di talkshow (2021) SN memakai jilbab. Koko Jo (EJ) itu merupakan idola dari SN. Koko Jo bukan guru, cuma kadang-kadang memberi materi di SPI dalam setahun 4 sampai 5 kali,” terang Dila.

Sementara dari Sayidah, saksi kedua (alumni yang bekerja di bagian keuangan Yayasan SPI dan sahabat SN) diperoleh keterangan bahwa SN tipe orang yang mudah cinta lokasi.

Sayidah mengaku tak pernah mendengar tentang cerita SN dan EJ. Justru yang ia dengar rumor SN tidur bareng dengan Robert, pacar SN.

” SN itu tidak suka Film Anak Garuda (2019), karena kisahnya tidak menonjol. Dan dia tidak terpulih menjadi Direktur PT. Berkat. Itu yang menyebabkan dia (SN) marah pada JE,” cerita Sayidah.

Menanggapi hal tersebut, ternohon merasa keberatan dengan keterangan saksi.

Berikutnya hadir saksi ketiga. Risna, Kepala Sekolah SPI, juga mengaku tidak pernah mendengar atau melihat, perbuatan cabul yang dilakukan JE. Bahkan gosip-gosip saja tidak pernah.

“Lagian Ko Jul (JE) kalau ke SPI pasti saya tahu, karena saya ada di situ. Dan Ko Jul terjadwal kalau mau ke SPI, serta tidak pernah sendiri,” jelas Risna.

Menurut Risna SN ini dikenal pemberani sampai mendaoat panggilan jendral. Harusnya dia melapor saat mendapat perlakuan tidak senonoh.

“Kalau saya tahu pasti saya juga akan melaporkan. Tapi tapi tidak pernah ada isu-isu itu selama 12 tahun. Dan saya tidak tahu,” terang Risna.

Saksi terakhir menghadirkan Sandy Fransisco, Ketua Yayasan SPI, yang menceritakan sejak mendirikan yayasan tahun 2003 hingga 2020 tida pernah dengar ada pencabulan yang dilakujan Ko Jul, begitu Sandy biasa memanggil EJ.

“Atas isu tersebut saya tidak percaya masalah yang membelit Ko Jul. Karena sebagian saya disana (sebagian besar waktunya tinggal di yayasan-red) dan saya tidak pernah mendengar, bahkan isu-isu pun tidak ada selama 12 tahun ini,” tegasnya.

Sandy juga menyanpaikan penilaiannya tentang pelapor SN.

“Beberapa kali saya dangat dari guru-guru memang SN anak yang ambisius, kreatif dan ingin menonjol. Termasuk saat pelajaran sering ijin ke belakang,” tambahnya.

Sandy juga mengeluh tentang keterangan yang tertulis di Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani SN.

“saya shock, lantaran ada pernyataan SN, (saya diajak ke kamar Ko Jul). Hal tersebut membekas bagi saya dan sangat tidak masuk akal. Karena tidak mungkin. Saya ini adik ipar Ko Jul,” tegasnya.

Sandy juga mengaku heran. Jika kejadiannya 2009 hingga 2020 kenapa tidak bilang. Padahal selama itu, SPI banyak mendapat kunjungan orang-,orang penting, mulai Kapolresta Batu hingga Sandiaga S. Uno.Harusnya SN bisa melapor, karena dia pembeberani. Begitu sesal Sandy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.