Masih 15 Tahun, Aby Juarai Berbagai Olahraga Beladiri

oleh -84 Dilihat
oleh
Aby Ramadhan Nusi, pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Surabaya

Adakabar.com. Surabaya – Aby Ramadhan Nusi, pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Surabaya membanggakan sekolah dan orang tuanya. Siswa berusia 15 tahun ini meraih juara satu tinju amatir di Jawa Timur.

Menjelang HUT kemerdekaan RI ke-79 tahun ini, Aby membuat bangga Kota Pahlawan, dengan meraih gelar juara di ajang tinju amatir kelas 80 kilogram yang diselenggarakan di Ngawi, Jawa Timur.

Sebelum menekuni dunia tinju tiga bulan lalu, remaja yang satu ini terlebih dahulu menggeluti beragam olahraga beladiri seperti muaythay, kick boxing, wushu dan MMA atau tarung bebas.

Andi Yuliana, ibu Aby mengaku sempat khawatir jika putranya mengalami cedera

Tak kaleng-kaleng, Aby yang masih berusia 15 tahun ini kerap menyabet juara 1, 2 dan 3 di berbagai jenis beladiri tersebut, hingga akhirnya menekuni dunia tinju.

“Saya menekuni tinju sejak 3 bulan lalu, tapi saya sangat suka tinju 3 tahun lalu 2021 tepatnya. Sebelumnya saya nggak suka beladiri, saya suka olahraga futsal. Lalu saya beralih suka sama tinju karena saya tidak sengaja ketemu di sosmed, itu ada postingan tinju saya tertarik dan cari tahu tentang tinju,” ungkap Aby.

Aby berlatih tinju di sasana Pusura Surabaya. Kejuaraan tinju amatir kelas 80 Kg, di Ngawi ini debut pertamanya di atas ring. Dan langsung meraih medali emas
.

Asmiati, Kepala Sekolah MTSN 3 Surabaya duduk samping kiri Aby“Perasaan saya senang, hasil kerja keras saya tidak sia-sia selama 3 bulan di camp Pusura, dan berkat dukungan orang tua dan guru dan pelatih saya pak Agus yang telah memperkenalkan saya ke dunia tinju,” ujar siswa kelas IX ini.

“Di kejuaraan tinju ini saya baru sekali juara satu, tapi sebelumnya sudah pernah ikut lomba pertarungan seperti lomba combat fight, muaythai, MMA, Kickboxing, dan Wushu saya sudah beberapa kali menang dan dapat juara,” jelasnya bangga.

Andi Yuliana, ibu Aby mengaku sempat khawatir jika putranya mengalami cedera di kepala karena terkena pukulan.

“Sebenernya, diawal tuh (main tinju) saya agak sedikit khawatir. Namanya ibu ya, seorang ibu pasti khawatir kalau anaknya ada kenapa-kenapanya. Karena ini kan pertarungan yang luar biasa, kena otak dan sebagainya. Cuma dari sisi lalin saya kembali lagi berpikir ini hal yang positif. Jadi kalau tidak dari doa ibu juga kasihan anaknya. Saya tetap support Aby apapun keinginannya selama itu baik,” ujar Andy Yuliana.

“Harapannya semoga apa yang di cita-citakan Aby ini bisa tercapai dengan Ridhonya Allah, ya tentunya dengan izin allah. Saya cuman bisa mampu mendukung Aby dengan doa, ya doa dan support, mungkin ya seperti menjaga makanan dan sebagainya,” imbuhnya.

Pihak sekolah juga memberi dukungan penuh terhadap cita-cita Aby yang ingin menjadi petinju professional dan juara dunia.

“Kami selalu mendukung anak didik kami yang berprestasi di bidang apa pun termasuk olah raga tinju. Kebetulan di sekolah ini kami juga ada ekstrakulikuler bela diri, sehingga Aby ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi siswa lainnya,” tutur Asmiati, Kepala Sekolah MTSN 3 Surabaya.

“Prestasi Aby ini cukup membagakan sekolah. Dia cukup berani dan displin berlatih maupun belajar di sekolah. Kami terus mensuport keinginannya untuk terus maju sebagai atlet tinju professional dan menjadi petinju yang bisa dibanggakan,” pungkasnya.

Mimpi Aby saat ini menjadi petinju profesional dan menjadi juara di ajang tinju internasional. (Mosair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.