Adakabar.com. UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai beberapa pihak masih perlu penyempurnaan. Karena banyak yang merugikan buruh.
Misalnya pesangon, yang semula 32 menjadi 25 bulan upah. Sehubungan hal tersebut, PKS Jatim akan meneruskan perjuangan agar aturan itu lebih berpihak pada kaum buruh.
Hal itu disampaikan Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan pada Sabtu (1/5/2021).
Masih menurut Irwan, Hari Buruh harus jadi momentum untuk mencermati lebih bijak dan komprehensif soal isi UU Ciptaker dan dampaknya.
“Sejak awal, PKS secara konsisten menolak RUU Ciptaker atau
Omnibus Law. Bahkan ketika disahkan, PKS meminta agar diterbitkan Perppu. Sebab kami sadar, UU tersebut banyak merugikan buruh” jelas Irwan.
“Cara pandang kita terhadap buruh akan berdampak pada kebijakan yang dikeluarkan. Bagi PKS, buruh adalah elemen sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.
Jumlah pekerja di Indonesia tidak sedikit, berdasarkan Data BPS pada Agustus 2020, mencapai 138,22 juta, yang terdiri dari pekerja informal 77,68 juta (60,47%) dan pekerja/buruh formal 60,54 juta (39,53%).
“Jumlah yang sangat banyak tersebut menempatkan buruh sebagai tulang punggung bagi industri. Artinya tanpa buruh, ekonomi dan industri akan lumpuh. Buruh adalah pahlawan ekonomi,” katanya lagi.
Sedangkan data BPS Jawa Timur, pada Agustus 2020, angkatan kerja meningkat 1,81% atau 396,37 ribu.
Angka tersebut setara dengan 22,26 juta jiwa bila dibandingkan Agustus 2019. Sedangkan, angka pengangguran mencapai 1,30 juta orang. Sampai Agustus 2020, ada 20,96 juta orang penduduk di Jatim yang bekerja.
Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim, naik sebesar 2,88% poin. Hingga bulan Agustus 2020 TPT Jatim menjadi 5,84% dari 3,82%.
Di sisi lain, Irwan melanjutkan, angka TPT terbanyak didominasi kawasan perkotaan. Di area perkotaan, mencapai angka 7,37%, sedangkan di kawasan pedesaan hanya 4,13 persen.
“Inilah saat yang tepat menjadikan hari buruh lebih bermakna. Yakni dengan mendengar dan memperjuangkan serta mengakomodasi aspirasi mereka. Agar buruh adil dan sejahtera. Bismillah, Insya Allah PKS akan memeprjuangkan,” tekat Irwan.
Sementara itu, Alwi Burhanuddin, Ketua Bidang Petani, Pekerja dan Nelayan DPW PKS Jatim menyampaikan hal senada. Bahwa PKS Jatim memberikan atensi yang serius di bidang pekerja yang ada di Jawa Timur.
“Perjuangan kita adalah bagaimana meningkatkan kesehteraan dan keadilan bagi mereka. Memberikan advokasi agar mereka mendapatkan hak-haknya sesuai dengan peraturan perundang udangan yang berlaku, melalui anggota dewan, melalui serikat pekerja. Banyak anggota PKS yang juga jadi pekerja dan jadi pengurus serikat pekerja,” kata pria yang juga jadi anggota DPRD Kabupaten Trenggalek itu.
Di hari buruh ini, ia menyampaikan PKS Jatim memberikan dukungan moral kepada para pekerja dan buruh dengan memberikan hadiah kepada tokoh buruh dan buruh yang kena PHK.
“Ini hasil patungan para anggota legeslatif PKS di Jawa Timur. Mungkin tidak seberapa nilainya. Namun ini salah satu bentuk perhatian kepada temen-temen buruh dan pekerja,” ujarnya.
Selain itu, Senin, (3/5/2021), PKS Jatim akan menggelar webinar dengan tema “Omnibuslaw untuk Kesejahteraan Buruh”, yang akan menghadirkan Dwi Hari Cahyono dan Artono, keduanya adalah Anggota DPRD Provinsi Jatim dari PKS.
“Kami juga akan mengundang para tokoh serikat pekerja Jawa Timur. Kami akan mengumpulkan aspirasi para buruh dan pekerja untuk kami perjuangkan,” katanya.









