Kajian Ustadz. H. Agus Mustofa, Bisakah Takdir Manusia Itu Dirubah?

oleh -126 Dilihat
oleh
Ustadz. H. Agus Mustofa menberi materi kajian soal takdir

Adakabar.com. Surabaya – Ustad. H. Agus Mustafa, yang juga seorang sarjana teknik nuklir, mengupas takdir sesungguhnya adalah konsep produktif yang memberikan motivasi kepada umat Islam supaya melakukan perjuangan lebih baik.

Kajian yang berlangsung Ahad, (27/7/2025) ini, mampu menarik perhatian jamaah di Masjid Al Haq, Rungkut Mapan Barat, Surabaya.

Ustadz. H. Agus Mustofa mengatakan, takdir seringkali dipahami secara salah kaprah dan seringkali dijadikan alasan argumentasi seseorang bahwa takdirnya memang begini. Kemudian tidak melakukan sesuatu untuk mencapai takdir terbaik kita. Maka ini perlu diklarifikasi dan dijelaskan sumber-sumber dan dalil-dalil ayatnya, serta logikanya seperti apa.

Jamaah Masjid Al Haq menyimak dengan antusias kajian yang disampaikan oleh Ustad. H. Agus Mustofa

Kata Ustadz Agus, takdir itu, menurut Alquran dimasukkan di dalam hukum Iman untuk kita pahami, kita pelajari dan diamalkan dengan benar.

“Takdir itu sesungguhnya adalah konsep yang produktif yang memberikan motivasi kepada umat Islam supaya kita melakukan perjuangan,” ucap ustadz yang menulis buku- buku Islam best seller Serial Diskusi Tasawuf Modern ini.

Ustadz Agus mengutip ayat Al Quran, Allah tidak akan mengubah keadaan seseorang sampai dia melakukan keadaan untuk mengubahnya.

“Itu artinya ada perjuangan yang harus dilakukan, setiap diri bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Di ayat yang lain lagi, Alquran itu mendorong kita melakukan perjuangan untuk mencapai takdir yang terbaik,” papar penulis buku ‘Ternyata Akherat Tidak Kekal’ ini.

Agus menambahkan, memang ada yang sudah ditetapkan oleh Allah. Seperti lahir sebagai laki-laki, lahir di Indonesia dan sebagainya. Jagat raya juga sudah ditetapkan desainnya itu yang disebut Khodoq, takdir awal.

Ustad. Agus Mustafa berbincang dengan Wahyu Kuswanda, jemaah Masjid Al Haq

“Tapi Qodhar ini harus dikhodoqi, istilahnya ada ketetapan Allah yang namanya khodoq. Dimana kita diperintahkan untuk mengubah takdir kita hari ini.” katanya.

Sang ustadz yang pernah melakukan perjalanan haji dengan jalur darat ini mencontohkan, hari ini kita sakit diubah menjadi sehat. Kita kurang sejahtera diubah menjadi lebih sejahtera. Hari ini kita bodoh kurang pengetahuan diubah menjadi lebih berpengetahuan, lebih pintar dan seterusnya.

“Jadi takdir adalah kombinasi dari qhodar ketetapan awal ditambah khodoq perjuangan, dan kemudian hasil akhirnya akan ditetapkan oleh Allah. Manusia berusaha Allah yang menentukan hasilnya,” ujar penulis buku Energi Dzikir Alam Bawah Sadar ini.

Ustadz Agus Mustofa juga mengungkapkan , silaturahmi dan sedekah itu bisa memperpanjang umur.

“Nabi yang mengajarkan bahwa orang yang bersilaturahim dan kemudian suasana kejiwaannya sama dengan bersedekah, karena menolong orang itu akan membuat suasana kebatinan kita menjadi lebih rileks, lebih tenang, lebih nyaman, lebih damai, dan lebih tentram,” terangnya.

Masih menurut Uztadz Agus, hal tersebut akan berpengaruh pada sistem hormon kita. Orang yang suka marah dan membenci ini kenapa dilarang karena hormonnya akan bekerja merusak tubuhnya sendiri. Bisa kena jantungnya, bisa kena ginjalnya, bisa kena segala macam organ, dikarenakan sikap hati.

“Jadi sedekah dan silaturahmi itu bisa memperpanjang umur dalam hati menyehatkan kita secara hormonal. Itu yang saya kira menjadi korelasi yang bisa dijelaskan secara ilmiah,” pungkasnya. (Mosair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.