Adakabar.com. Surabaya – Televisi dan Portal Media Online merupakan media yang paling sering diakses, dengan implikasi dapat memberikan pengaruh cukup besar dalam menentukan pilihan politik.
Hal tersebut adalah hasil temuan dari survei Surabaya Survey Centre (SSC) yang dipaparkan pada Senin (29/8/2022) di Hotel Narita Surabaya.
Ikhsan Rosidi, Peneliti Senior SSC mengungkapkan mayoritas responden menunjukkan jika televisi masih menjadi media yang paling sering diakses oleh masyarakat Jatim.
“Setidaknya 52,8 persen responden yang mengungkapkan hal ini. Sementara media lainnya yakni Portal Media Online 43,4 persen. Media lainnya hanya mencapai prosentase di bawah 2 persen saja, seperti radio 1,8 persen, koran/majalah 0,8 persen, sisanya tidak mengakses media 1,2 persen”, jelas Ikhsan.
Ikhsan lebih lanjut, menuturkan, pengaruh media dalam pilihan politik ini cukup besar, yakni 61,8 persen.
“Tak dipungkiri bahwa pengaruh media dalam preferensi politik masyarakat memang cukup besar, mengingat bahwa sehari-hari kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari peran media massa, baik media konvensional, elektronik maupun media online. Sehingga berbagai informasi yang dikonsumsi dari media massa akan secara langsung mempengaruhi pola berfikir, selanjutnya pola berfikir akan berpengaruh pada preferensi politik masyarakat. Namun demikian masih ada sebanyak 32,8 responden menjawab bahwa media tidak berpengaruh pada pilihan politik mereka. Terdapat 5,4 persen yang menjawab tidak tahu atau tidak memilih”, urai Ikhsan. (A. Jovas)









