adakabar.com. Surabaya-Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo menyarankan agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak Baper (Bawa perasaan) dan militeristik menghadapi kemelut di partainya.
Kasus dualisme di tubuh partai Demokrat pasca digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) yang menunjuk kepala staf kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum, dinilai fenomena menarik oleh Sukowi, panggilan Suko Widodo, oleh beberapa rekan dekatnya.
Menurut Sukowi dukungan Partai Demokrat di daerah kepada AHY masih cukup kuat. Sebagian besar pengurus Demokrat di daerah menunjukkan kesetiaan.
“Problemnya, apakah KLB berimbas pada perolehan suara partai ke depan? Namun,sebagai ketua partai AHY jangan Baper saat menghadapi konnflik partai ini. Karena hal ini tidak disukai kalangan milenial,” ujar Suko.
Selain itu, AHY tidak menggunakan cara cara militeristik dalam menghadapi dan menyelaikan kemelut di partainya.
“AHY mesti mempeprbaiki komunikasi politik dengan berbagai pihak, termasuk dengan pengurus Demokrat di daerah. AHY harus lebih banyak mendengar apa yang diinginkan pengurus dan kadernya di akar rumput,” sarannya.
Masih menurut Suko pertarungan ke depan bagi kedua kubu partai berlambang tiga berlian ini adalah membangun opini masyarakat.
“Jika hal ini bisa dilakukan maka Partai Demokrat bisa menaikkan pamornya lagi,” tandas Suko Widodo. (mosair)









