Gubernur Jatim Hibahkan Gedung Senilai 12,5 Milyar ke Yayasan Khadijah

oleh -103 Dilihat
oleh
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, menandatangani prsasti peremian gedung dibawah Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah, Sabtu (3/4/2021)

Adakabar.com. Surabaya-Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah mendapatkan hibah 12 milyar dari pemerintah Jawa Timur untuk pembangunan gedung pondok pesantren, sekolah dasar dan SLTP di Wonorejo Rungkut Surabaya.

Pada tahun 2021 ini pemerintah Jawa Timur menganggarkan dana Rp 1.2 triliun.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selain melakukan peresmian yang dipusatkan di Gedung Serba Guna itu, juga meresmikan SD Khadijah, Jalan. Wonorejo Selatan Surabaya, SMP 2 Khadijah, di Darmo Permai, Ponpes Putra Khadijah, di Jalan SMEA Surabaya.

Khofifah mengatakan, peresmian ini merupakan Role Model yang mendapatkan dana hibah dari Pemprov Jatim dan penandatanganan prasasti bisa dilakukan Gubernur Jatim.

“Nanti di dalam nota perjanjian hibah daerah akan ditambahkan klausul bahwa setelah selesai program akan ditanda tangani peresmiannya oleh Gubernur. Gubernur itu tidak berarti harus Khofifah, Gubernur bisa saja suatu saat diwakili Wagub, diwakili pak Sekda, diwakili instansi yang lain sesuai bidangnya,” terang gubernur.

Peresmian ini juga untuk memastikan bahwa dana hibah Pemprov Jatim telah sampai dan sesuai peruntukannya, seperti yang tercantum dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“”Jadi kan bisa dilihat tuh kalau sekarang ini sama pak Hudiyono pak kepala Biro Kesra. Oh ini dulu katanya untuk berapa ruangan, untuk apalagi jadi sambil kemudian untuk dilakukan proses monitoring evaluasi, ” kata Khofifah didampingi Hudiyono Kepala Biro Kesra Pemprov Jatim.

Prof Dr. HM Ridwan Nasir, Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah mengatakan bahwa dana hibah telah terserap 100 persen.

“12,5 Miliar dengan rincian Pondok Putra di Jalan SMEA itu 4 Miliar, terus yang Kedua SMP 2 Darno Permai 2,5 Miliar terus di sini SD Wonorejo 6 Miliar,” ujar Ridwan Nasir sambil merinci.

Masih menurut Ridwan, pihaknya ikut menambah biaya pembangunan sarana pendidikan dari kekurangan dana hibah yang diterima.

“Bahkan tadi yang saya sampaikan, yang di Wonokromo karena dari 4 Miliar belum selesai, maka kekurangannya kita anu sendiri, kita jalan sendiri,” jelasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.