Adakabar.com. Surabaya – Forum Masyarakat Merdeka Maritim (FMMM) Surabaya, menggelar pernyataan sikap, menolak pembangunan reklamasi.
Bertempat di Taman Surabaya, Bulak, puluhan orang didukung Majelis Lungkungan Hiduo PD Muhamaddiyah Surabaya, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Surabaya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) surabaya dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). mereka menyertai Ir. Heru Budianto., MM, yang mbacakan pernyataan sikap, Jumat (13/12/2024).
Acara yang berlangsung pukul 10.00 WIB ini, berjalan singkat. Begitu mereka berkumpul, Heru langsung membacakan pernyataan sikap, di hadapan para awak media.

Begini pernyataan sikap selepnya:
1. Kami menolak keras adanya pembanfunan reklamasi, karena mengganggu kami mencari nafkah dan merusak keseimbangan ekologi alam, lingkungan dan budaya.
2. Tempat yang dijadikan proyek tersebut adalah daerah wilayah tangkapan ikan kami dan di tempat tersebut terdapat hajat hidup nelayan yang harus dipertahankan. Mulai dari nelayan petorosan, karang, mancing, skilot, nggarit, cager akan hilang pekerjaannnya. Sehingga berdampak pula pada penghasilan nelayan dan pedagang ikan.
3. Kami memfutuk keras terhadap PT. Grating Jaya yang diduga keras melakykan upaya mobilisasi politis yang melibatkan organisasi keagamaan PC NU dan PD Muhammadiyah. Mereka ditarik-tar terlibat guna upaya mendukung terhapat proyek reklamasi ini, termasuk mobilisasi dan mengoptasi RT, RW, POKMAS, KUB, HAPPI dan para akademisi.
4. Kami menyayangkan tidak adanya transparansi dan etika dalam komunikasi terkat proyek reklamasi ini. Hal tersebut dikarenakan pengembang memilih menggunakan pihak ketiga yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat terdampak, melainkan menggunakan pihak-pihak lain.
5. Proyek reklamasi ini bertentangan dengan ajaran agama, yang mengajarkan penghormatan dan pelestarian alam sebagai tanggung jawab moral terhadap ciptaan Tuhan. Selain itu, reklamasi ini juga melanggar kearifan lokal masyarakat pesisir Surabaya, yang sudah turun temurun kelestarian alam lingkungannya, dijaga oleh masyarakat bersana-sama.

Kepada Adakabar.com Heru mengatakan, seoebarnya pemerintah utamanya Pemkot Surabaya dan dan Pemprov Jatim sudah mendukung FMMM.
“Hanya Sebagian dewan provinsi yang mendukung pemgusaha.” jelasnya.
Rencananya pada tanggal 15 Januari2025 mereka akan pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan presiden. (Yongsu)













