Adakabar.com. Surabaya-Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) dengan programnya ‘AWS Peduli’ kembali menyisir sejumlah tempat di Surabaya, Kamis (29/7/2021), malam.
Tukang becak, tukang tambal ban, relawan penyeberangan, pemulung dan sosok yang dianggap layak menerima nasi bungkus dan air mineral.
Selain ucapan terimakasih, beragam kalimat syukur termasuk memanjatkan doa untuk AWS, terlontar. Bahkan, sejumlah orang mengaku seharian perutnya belum terisi.
Seperti yang yang dilontarkan lelaki pemulung botol dan gelas air mineral yang dihampiri AWS di kawasan Bundaran Waru.
“Suwon, suwon Mas, baru hari ini saya ketemu nasi, seharian belum makan, sepi mas. Sampai malam ini hanya segitu,” ucap lelaki yang menyebut namanya Cak Dar itu, sambil menunjuk karung plastik berukuran besar, yang isinya tak banyak
Yang lebih menyedihkan, belum selesai lontaran ucapan itu, kedua lengannya reflek merangkul si pemberi nasi bungkus. Sambil sesenggukan, dari bibirnya mengulangi kalimat yang diucapkan sebelnya, “Seharian baru kali ketemu nasi,”.
Sesaat kemudian, dia membuka bungkusan dan dengan lahap menyantapnya.
Cak Dar kemudian bertanya kapada crew AWS, siapa yang telah memberinya nasi? Dan, setelah mendapat jawaban, kalimat terimakasih kembali terlontar, sambil berucap doa.
“Suwon Mas, semoga AWS sukses seperti harapannya,” ucap lelaki itu.
Selanjutnya, Amar, Sekretaris AWS memberikan nasi bungkus ke sejumlah tukang becak, penjaga perlintasan pemulung dan lainnya. Dia menyusuri wilayah Surabaya Selatan.
Di tempat lainnya, tiga orang pengayuh becak yang tiduran di becaknya, setelah tergagap lantaran belum pulas tertidur, mengucap syukur dan terimakasih ada yang datang memberi makanan.
“Aduh, terimakasih Mas. Semoga barokah dan niatnya terkabul,” ucap salah seorang dari mereka.
Kemudian, di tempat lain, penarik sampah lontaran kalimat yang disampaikan tak beda jauh dengan mereka-mereka yang dihampiri sebelumnya.
Bahkan, dengan nada nasihat dia mengatakan sebaik-baik rejeki yang diterima adalah mereka yang bisa menyisihkan untuk orang lain.
“Apalagi di suasana seperti ini (pandemi Covid-19) mulia sampeyan Mas. Alhamdulillah, terimakasih,” ucap penarik gerobak berisi ‘hasil buruan’ barang bekas yang tak penuh di gerobaknya.









