Adakabar.com. Surabaya-Kusnadi, Ketua DPRD Jatim, mengungkapkan banyak laporan dari berbagai daerah, bahwa tidak sedikit guru yang menolak divaksin.
Maka hingga saat ini program vaksinasi Covid-19 untuk kaum pendidik di Jatim baru mencapai 53 persen.
Hal ini menjadi ironi, ditengah pemerintah sedang gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19 untuk menciptakan kekebalan komunitas (Herd Immunity). Namun, masih banyak kelompok masyarakat di Jatim, yang mestinya menjadi prioritas program vaksinasi, justru menolak dengan alasan tak jelas.
Padahal, kaum pendidik ini diharapkan bisa menjadi garda depan sosialisasi dan percontohan vaksinasi Covid-19 pada kelompok masyarakat yang lain.
“Kalau progres lambat itu karena stok vaksin terbatas, kami bisa maklumi.Tapi kalau lambat karena ada penolakan itu kami tidak habis pikir. Kalau guru menolak divaksin tanpa alasan yang jelas itu sebaiknya tak usah jadi tenaga pendidik,” sindir politisi asal PDI Perjuangan, Jumat (28/5/2021).
Bahkan pihaknya mendukung kebijakan sebagian kabupaten/kota di Jatim yang dengan sengaja menunda pencairan tunjangan sertifikasi bagi para guru yang belum divaksin.
“Itu bagus dan kami sangat mendukung. Sebab jika para guru tak mau divaksin dikhawatirkan menjadi penyebar Covid-19 kepada para siswa. Mengingat Juli mendatang, pada tahun ajaram baru, di Jatim mulai uji coba sekolah tatap muka,” ungkap Kusnadi.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki anak usia sekolah, sebelum mulai pembelajaran tatap muka, supaya memastikan para guru sudah divaksin dan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Apalagi daerahnya masih berstatus zona merah.
“Kalau pihak sekolah tak memenuhi persyaratan, wali murid bisa menolak anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah untuk tujuan menjaga keluarga tidak tertular Covid-19,” saran politikus asal Sidoarjo.
Sebagaimama diketahui sekolah tingkat SMA/SMK menjadi kewenangan Provinsi. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs hingga SD/MI dan TK menjadi kewenangan Pemkab/Pemkot setempat.
“Kami berharap kabupaten/kota di Jatim bisa mempercepat vaksinasi bagi para guru. Sebab kami dapat kabar sudah datang tambahan vaksin untuk tenaga pendidik, sehingga sekolah tatap muka bisa serentak,” pungkas Kusnadi.










