Arung Jeram Probolinggo Terancam Ditinggal Wisatawan, Apa Sebabnya?

oleh -54 Dilihat
oleh
Komisi B DPRD Jatim, melakukan monitoring di Wisata Alam Sungai Citra Alam Mulia Probolinggo (Pekalen Rafting) Sabtu, (5/6/2021)

Adakabar.com. Probolinggo-Infrastruktur adalah hal tak terpisahkan dalam dunia wisata. Destinasi yang bagus akan muspro bila infrastrukturnya tidak mendukung.

Seperti akses jalan menuju wisata alam arung jeram yang ada di Kabupaten Probolinggo. Tempat wisata yang banyak menyajikan nuansa sungai alami ini, tidak didukung infrastruktur yang memadai.

Akses jalan rusak, sehingga membuat wisatawan tidak nyaman berkunjung ke kawasan ini.

Hal ini disesalkan oleh anggota Komisi B DPRD Jatim, saat monitoring wisata alam sungai di Citra Alam Mulia Probolinggo (Pekalen Rafting), Sabtu (5/6/2021).

Rohani Siswanto, Anggota Komisi B DPRD Jatim mengatakan, kondisi ini harus disikapi bersama antara Pemerintah Propinsi Jatim, Kabupaten Probolinggo dan pengelola wisata yang ada di tempat tersebut.

“Ini tidak bisa serta merta provinsi hadir untuk melakukan perbaikan. Sebab ini wewenang Kabupaten. Kalau sepenuhnya Kabupaten juga tidak bisa, mungkin keterbatasan anggaran. Kalau dibebankan ke pengeloa juga akan berdampak buruk bagi investasi. Sehinga harus duduk bersama membiacarakan hal ini,” ujar Rohani.

Kegiatan jni diikuti seluruh anggota Komisi B, yaitu Wakil Ketua Komisi B, Amar Saifudin (PAN), Dwi Hari Cahyono (PKS), Karimullah (Golkar), Ufik Zuroida (PKB) dan Agung Mulyono (Demokrat).

Dengam duduk bersama membicarakan persoalan ini, kata Poltisi Partai Gerindra yang berangkat dari daerah pemilihan Pasuruan-Probolinggo ini, maka akan jelas pambagian dalam penyelesaian infrastruktur jalan untuk memberikan kenyamanan wiasatawan yang datang.

“Jelas nanti, mana yang menjadi kewenangan kita di Provinsi, mana yang menjadi wewenang Kabupaten dan mana yang menjadi wewenang pengelola wisata yang ada disini,” jelasnya.

“Kalau ini dibiarkan kasihan juga Pemerintah Kabupaten Probolinggo, bisa dituding tidak ada komitmen untuk mendukung pariwisata diwilayahnya,” lanjut pria asli Pasuruan ini.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi B, Mahdi mengatakan keberadaan infrastruktur jalan akses menuju wisata alam arung jeram ini memang menjadi keluhan masyarakat sekitar dan pengelola wisata.

Mereka, kata politisi PPP ini khawatir, bila akses jalan yang rusak ini tidak segera dilakukan perbaikan akan membuat wisatawan enggan untuk melakukan wisata di tempat ini.

“Ini menjadi PR yang harus segera dicarikan penyelesaian agat wisata alam arum jeram yang cukup banyak diminati wistawan sebelum pandemi akan hilang dan kurang diminati karena faktor infrastruktur jalan akses,” ujarnya.

Untuk itu kata pria asli Probolinggo ini, akan secepatkan membicarakan dengan Pemkab Probolinggo guna melangambil langkah langkah taktis dalam mengatasi persoalan infrastruktur akses jalan tersebut.

“Kita berharap nanti ada tindakan kongkrit Pemkab Probolinggo dan kita akan mendukung dengan meminta Pemprov Jatim juga lakukam koordinasi dengan Pemkab probolinggo agar tempat wisata alami ini tidak ditinggal wisatawan karena kondisi akses jalan yang tidak nyaman menuju tempat wisata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.